Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jogja Masih Darurat Sampah, Pakar dari UGM Sarankan Sudah Terpilah sejak dari Hulu

Fahmi Fahriza • Kamis, 30 Mei 2024 | 03:23 WIB

 

 

Sesi sekolah wartawan dari dosen Teknik Kimia UGM Prof Ir Chandra Wahyu Purnomo yang membahas darurat tata kelola sampah di Jogjakarta.
Sesi sekolah wartawan dari dosen Teknik Kimia UGM Prof Ir Chandra Wahyu Purnomo yang membahas darurat tata kelola sampah di Jogjakarta.

 

 

Sampah di Jogja masih jadi permasalahan yang penanganannya belum terselesaikan hingga kini. Dosen Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada (UGM) Prof Ir Chandra Wahyu Purnomo memetakan, secara garis besar tata kelola sampah di Jogja masih dalam tahap darurat."Terus terang saja, kita belum cukup baik membangun ekosistem pengelolaan sampah secara maksimal," katanya dalam sesi sekolah wartawan yang berlangsung di Ruang Fortakgama UGM, Rabu (29/5/2024).

 Baca Juga: Setelah Tak Lagi Jadi Tempat Pembuangan Sampah, TPST Piyungan Bantul Jadi Sasaran Investor untuk Dijadikan Ini

Chandra mengungkapkan, hulu atau titik awal datangnya sampah jadi aspek penting yang harus disadari semua pihak. Seharusnya sampah sudah terpilah sejak dari hulu, misal dari rumah, kantor, kampus, pabrik atau industri."Kalau hulu sudah bercampur, itu masalah saat pengolahan, karena jadi lebih berat prosesnya," tuturnya.

Dia menyebut, sampah memanglah permasalahan yang kompleks. Butuh uluran banyak pihak untuk bisa menyelesaikan. Mulai dari akademisi, praktisi, media, pemerintah, fasilitator, semuanya punya kontribusi."Penggunaan teknologi juga penting, kolaborasi pemerintah dan akademisi dari perguruan tinggi harus terus dilakukan," serunya.

 Baca Juga: Bank Sampah Berseri Ciptakan Aplikasi Sitampah 35 Guna Mudahkan Nasabah Pantau Hasil Tabungan

Indikator sampah ini kompleks adalah karena barangnya ada, uangnya ada, tapi masih belum terselesaikan. Secara pribadi, Chandra juga pernah membuat riset independen terkait sampah di Kota Jogja. Pada 2021 lalu ia merinci volume sampah kota Jogja sekitar 300ton per hari. Disinyalir jumlah tersebut secara umum juga tidak berubah banyak hingga sekarang. "Pengolahan kita belum siap, banyak penumpukan terjadi. Produksi sampah itu tidak berkurang, volumenya masih sama, justru bertambah," tegasnya.

 Baca Juga: WALHI dan LBH Buka Pos Pengaduan Sampah, Kritisi Pemerintah karena Belum Maksimal Lakukan Pengelolaan

Chandra turut menyarankan beberapa hal yang mungkin bisa dilakukan. Salah satunya adalah perbaikan penanganan sampah di hulu harus menjadi prioritas. Selain itu, perlu adanya gerakan masif dan terstruktur, mulai dari sosialisasi, penegakan hukum, kurikulum, hingga pilot project.

Tak kalah penting, pemilahan, penjadwalan pengumpulan, dan pengangkutan dari sumber langsung ke unit-unit pengolahan seperti TPST/TPS3R harus rinci dan sistematis."Pengaturan pengelolaan sampah mandiri (PSM) juga harus di bawah izin atau koordinasi Pemda/Pemdes," pesannya.

 

Kalau tidak, spot pembuangan ilegal makin banyak dan luas. Pantai selatan mungkin akan penuh karena sampah banyak dibuang di aliran sungai dan menuju laut. (iza/din).

 

Editor : Din Miftahudin
#UGM #Sampah Jogja #Sampah #sampah Jogjakarta