Lomba dilaksanan di Ndalem Pakuningratan, Rabu (29/5).
Tema perayaan ini adalah Ajur Ajer #2 Mbanyu Mili yang bermakna kesinambungan tak terhenti.
Air dalam masyarakat Jawa sendiri dianggap sebagai unsur alam yang melekat dengan keberlangsungan kehidupan dan kebudayaan.
“Permainan tradisional itu untuk psikomotorik kasar dan halus serta hubungan sosial dengan temannya. Kalau permaian gadget sekarang itu cenderung lebih individual,” ujar Ki Priyo Dwiarso yang menjadi juri kompetisi.
Ketua Dewan Kebudayaan Yogyakarta tersebut turut menjelaskan bahwa permainan dakon akan ikut didaftarkan ke warisan budaya tak benda secara nasional dan internasional di UNESCO.
“Permainan daring dan langsung itu sangat berbeda. Secara psikologis kita bisa membaca wajah dan bisa akrab seperti zaman dahulu,” tuturnya.
Priyo menilai antusiasme peserta dalam kompetisi ini sangat bagus. Menurutnya, beberapa anak sangat cepat memahami strategi permainan.
Ia melihat ada peserta dari taman kanak-kanak bisa mengalahkan peserta dari sekolah dasar.
“Anak-anak supaya diperkenalkan dengan tradisi ini. Jangan sampai ilang. Tradisi semacam ini punya local wisdom yang sangat luhur untuk membentuk budi pekerti,” harap Priyo.
Kitri Sawitri, Kepala TK Negeri 2 Kapas Yogyakarta menjelaskan sekolahnya mengirimkan delapan orang perwakilan untuk kompetisi ini.
Menurutnya, kegiatan semacam ini penting lantaran sekolahnya berbasis budaya.
Program-program untuk mengenalkan budaya pada para murid di sekolah Kitri kerap diadakan.
Mulai dari tarian, permainan, hingga pembuatan batik.
“Jadi bener-bener menanamkan nilai tradisional pada anak. Gurunya juga semangat untuk melatih ketika menghadapi lomba,” jelas Kitri.
Salah satu peserta, Queena Erlina mengaku senang bisa mengikuti kompetisi dakon ini.
Siswa dari SD Negeri Timuran ini telah pernah mengikuti lomba sejenis sebelumnya, bahkan memperoleh juara.
“Dipilih dari pihak sekolah. Ada lima orang,” ujar Queena ketika ditanyai soal jumlah perwakilan sekolahnya.
Queena juga mengaku sering bermain dakon di rumahnya. Ke depan, ia ingin mengikuti kompetisi-kompetisi serupa dan berharap bisa memperoleh juara.
Editor : Bahana.