JOGJA- Pemerintah Kota Jogja secara resmi merilis E-Manajemen Karier Jogja Unggul pada Selasa (28/5/2024).
Dalam momen ini sekaligus dilakukan penerimaan akreditasi A dalam pengadaan barang dan jasa.
"Ini bagian dari membangun sistem teknokratis yang kuat dan jadi elemen dasar dalam membangun pemerintah Yogyakarta," ujar Sekretaris Daerah Kota Jogja Aman Yuriadijaya dalam sambutannya di Hotel Khas Tugu Yogyakarta.
Aman menyebutkan sistem manajemen karier tidak hanya memantau kinerja semata.
Namun, mewadahi kompetensi dan memantau kinerja proporsional berkeadilan bagi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Manajemen karier sendiri menjadi sistem pendukung untuk pemerintah kota Jogja dalam mengisi jabatan pimpinan tinggi tanpa seleksi terbuka.
Hal ini mengingat pemerintah Kota Jogja telah memperoleh nilai sangat baik dalam manajemen talenta aparatur sipil negara dengan nilai 332,5.
Sistem tersebut disusun mulai tahun 2021 hingga 2023.
Di dalamnya terdapat beberapa fungsi. Mulai dari pengisian jabatan, pengembangan kompetensi, redistribusi pegawai, maupun pemilihan pekerja tahunan.
"Kita meyakini proses, tidak hanya berorientasi pada tujuan. Harapannya jadi aturan baku yang dimengerti dan menjadi bagian yang diterapkan secara konsisten di pemerintah Kota Jogja," tutur Aman.
Anggota Komisi Aparatur Sipil Negara Sri Hadiyati menjelaskan, tujuan utama dari sistem ini adalah kepastian karier yang proposional dan sesuai dengan kinerja ASN.
Baca Juga: Tim Mahasiswa UGM Raih Juara 1 Global Social Enterprise di Thailand, Ini Ide yang Diusung
Menurutnya, banyak negara tetangga telah berhasil menggunakan sistem semacam ini.
"Kita menginginkan ASN yang berkelas dunia dan bisa bersaing dengan ASN dari negara lain," jelas Sri Hadiyati.
Menurutnya, manajemen karier adalah bagian dari reformasi birokrasi.
Ketika ada kandidat yang tersedia di manajemen karier maka pemerintah tidak bisa menerima orang dari luar.
Instrumennya tidak instan dan membutuhkan waktu.
Meski demikian, menurutnya, ini adalah sistem yang adil dan proporsional.
"Proses baik memberi hasil yang baik. Sekarang ada daftar urut kandidat yang betul-betul diobservasi dalam proses panjang," ungkapnya. (cr1)