Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pemprov DIY Belajar Pengelolaan Subak di Bali, Pertahankan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Dunia

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 28 Mei 2024 | 15:35 WIB

KENANG-KENANGAN: Sekprov DIY Beny Suharsono bersama Kepala BPNB saat penyerahan cinderamata dalam rangka study banding Pemprov DIY ke Bali, (27/5).
KENANG-KENANGAN: Sekprov DIY Beny Suharsono bersama Kepala BPNB saat penyerahan cinderamata dalam rangka study banding Pemprov DIY ke Bali, (27/5).
 

RADAR JOGJA – Pemprov DIY telah menginisiasi sejumlah langkah strategis. Salah satunya terkait pasca penetapan Sumbu Filosofi Yogyakarta sebagai Warisan Dunia dalam sidang World Heritage Center (WHC) ke-45 di Riyadh, Saudi Arabia, 18 September 2023 lalu. Hal itu untuk menjaga dan mengelola warisan budaya tersebut.


Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan salah satu langkah awal yang diambil adalah penerbitan Keputusan Gubernur DIY Nomor 360/KEP/2023 tentang Sekretariat Bersama Pengelolaan Warisan Dunia Sumbu Filosofi Yogyakarta.

“Keputusan ini menjadi landasan penting dalam memastikan fungsi komunikasi, penyiapan kebijakan dan strategi pengelolaan, serta koordinasi dan integrasi perencanaan, operasional, monitoring, evaluasi, dan pelaporan," katanya saat melakukan study banding di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Wilayah XV Bali, Senin (27/5).


Langkah-langkah ini diambil mengingat atribut Warisan Dunia Sumbu Filosofi Yogyakarta sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti tekanan pembangunan, tekanan lingkungan, kesiapsiagaan bencana, isu pariwisata berkelanjutan, dan eksistensi sosial-budaya masyarakat sekitar.


Maka, untuk mengatasi tantangan tersebut, Pemprov DIY memilih Bali sebagai tujuan studi banding karena pengalaman Bali dalam mempertahankan Subak sebagai warisan budaya dunia sejak 2012. Study banding tersebut dalam rangka memperdalam sistem pengelolaan warisan budaya dunia Subak.

Dari kunjungan ini diharapkan bisa memperluas dan menambah wawasan untuk melestarikan kawasan Sumbu Filosofi yang beberapa waktu lalu telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh Unesco. “Kami ingin mengadaptasi dan mengimplementasikan praktik terbaik dari Bali dalam pengelolaan Sumbu Filosofi Yogyakarta, bahkan hingga saat ini masih konsisten mempertahankannya," ujarnya.


Kepala BNPB Wilayah XV Kemendikbudristek Abi Kusno menyatakan bahwa Subak, sistem irigasi tradisional di Bali, telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO sejak 2012. Penetapan ini bukan hanya karena keindahan sawah terasering yang terkenal, tetapi juga karena sistem dan filosofi yang membentuk lanskap tersebut. "Ada substansi filosofi di dalam Subak yakni konsep perwujudan Tri Hita Karana." katanya.

Menurutnya, filosofi ini mencerminkan tiga elemen penting yang dilihat oleh UNESCO dalam Subak yaitu keunikan tradisi budaya yang masih berlangsung, dicontohkannya yakni tentang permukiman manusia dan tata guna lahan. Serta peristiwa dan tradisi yang mengajarkan hubungan harmonis antara dunia spiritual, manusia, dan alam.(wia/din)

Editor : Satria Pradika
#Beny Suharsono #Kemendikbudristek #Pemprov DIY #Filosofi Yogyakarta #UNESCO #DIY #Sumbu Filosofi Yogyakarta #gubernur diy #warisan dunia #study banding