Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

JCC 2024 Libatkan 14 Kelompok Seni dari 14 Kemantren se-Kota Jogja, Massa pun Tumplek Blek di Sepanjang Malioboro

Agung Dwi Prakoso • Senin, 27 Mei 2024 | 16:00 WIB

 

Even Jogja Cross Culture (JCC) kembali diselenggarakan dengan 15 panggung di sepanjang Jalan Malioboro, Sabtu (25/5). 
Even Jogja Cross Culture (JCC) kembali diselenggarakan dengan 15 panggung di sepanjang Jalan Malioboro, Sabtu (25/5). 

RADAR JOGJA - Even Jogja Cross Culture (JCC) kembali diselenggarakan dengan 15 panggung di sepanjang Jalan Malioboro, Sabtu (25/5). Acara ini diramaikan berbagai macam bentuk pertunjukan seni yang menggaet 14 kemantren di Kota Jogja.

Ribuan orang memadati Jalan Malioboro malam itu. Massa tumplek blek hingga jalan legendaris ini diutup untuk kendaraan bermotor. Tahun ini JCC merupakan penyelenggaraa keenam. Pengambilan tema "Rikat Rakit Raket" menjadi spirit tersendiri bagi para pelaku seni dan seluruh masyarakat yang terlibat.

"Rikat bergerak cepat, Rakit berproses, dan Raket kebersamaan," ujar Penjabat Wali kota Jogja Sugeng Purwanto saat dikonfirmasi kemarin (26/5).

Makna tema itu merupakan doa yang dipanjatkan melalui penyelenggaraan even JCC. Secara detail rikat menggambarkan masyarakat Kota Jogja dengan mobilitas tinggi dan kerja keras. Selanjutnya rakit merupakan pemaknaan dari kolaborasi sehingga menuju sebuah penyempurnaan dan raket merupakan hasil akhir yaitu persatuan dan kebersamaan.

Adanya para seniman yang dilibatkan bertujuan memberikan wadah untuk menggelar karya sehingga bisa dinikmati banyak orang. "Otomatis pelaku UMKM juga akan diuntungkan lewat event JCC, sehingga mereka bisa meningkatkan ekonomi Kota Jogja," tuturnya.

Konsep panggung JCC yang terdiiri atas 14 panggung dan satu panggung besar atau inti menjadi tawaran menarik dari Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja. Konsep itu baru tahun ini direalisasikan. Panggung pertunjukan 14 titik berada sejauh 1,2 km di sepanjang Jalan Malioboro.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata DIJ Singgih Raharjo menambahkan, dengan adanya even-even di Kota Jogja seperti JCC akan menambah branding Jogja sebagai city of festival. Penyelenggaraan even yang masif di Kota Jogja menjadi potensi besar sebagai daya tarik pariwisata.   "Terbukti ribuan orang tumplek blek di Malioboro untuk menikmati event," ujarnya.

Ia berharap even ini bisa memantik komunitas atau kelompok seni untuk lebih bersemangat dalam mengadakan sebuah even secara mandiri. Tak hanya even dari pemerintah, dalam hal ini Dinas Kebudayaan Kota Jogja, melainkan sangat bisa dimulai dari pertunjukan skala kecil.

"Even merupakan muara dari pembinaan pariwisata, mulai dari managemen even hingga branding UMKM,"   tandas Singgih. (**/oso/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#Even Jogja Cross Culture #Malioboro