RADAR JOGJA - Persiba Bantul melayangkan surat protes ke PSSI. Ini terkait perangkat pertandingan yang memimpin laga Persiba melawan Adhyaksa Farmel FC di laga kedua Grup D babak 16 besar Liga 3 Nasional, Stadion H. Letjend Soedirman, Bojonegoro, Kamis (23/5) lalu.
Dalam surat bernomor 442/PRSB-BTL/V-202 tertulis kronologi pertandingan dari menit per menit. Juga berbagai bukti bahwa Persiba merasa telah dirugikan oleh perangkat pertandingan saat laga itu.
Adapun perangkat pertandingan itu adalah wasit utama yakni Mukhamad Fahrudin asal Jepara, asisten wasit 1 Zen Alfan asal Penajam Paser Utara, asisten wasit 2 Yuda Wijaya asal Kota Bandung, wasit cadangan Idhfi Akbar Patha Sanduan asal Kota Bogor, dan pengawas wasit Oki Dwi Putra Senjaya asal Kota Bandung.
CEO PT Bantul Jaya Utama, Persiba Bantul Teguh Wahyono menjelaskan, pihaknya mengajukan protes atas kepemimpinan perangkat pertandingan karena dirasa tidak tegas dan fair play pada pertandingan itu. "Kesalahan asisten wasit 1 dan 2 dalam memberikan keputusan sangat merugikan tim kami," tegasnya Jumat (24/5).
Teguh menegaskan, atas insiden itu Laskar Sultan Agung melakukan protes keras dan meminta PSSI melalui Komisi Disiplin (Komdis) dan Komisi Wasit agar mengusut, menindak dan membebastugsakan kepada petugas yang memimpin pertandingan itu. "Kami berharap PSSI menegakkan aturan sesuai Kode Disiplin dan Statuta PSSI," ujarnya.
Tak hanya itu, Teguh juga menyatakan bilamana di kemudian hari ditemukan bukti permulaan yang cukup yang mengarah terjadinya match fixing atau pengaturan kecurangan dalam pertandingan itu, manajemen Persiba Bantul akan melakukan langkah-langkah hukum sesuai perundang-undangan yang berlaku. "Kami juga lampirkan foto dan video saat pertandingan sebagai bukti," tandasnya. (ayu/laz)