RADAR JOGJA - Sejumlah warga Kampung Pengok, Gondokusuman Kota Jogja melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Jumat (17/5). Masa aksi tersebut menuntut Depo Pengok agar segera dibersihkan. Hal ini karena warga merasa terganggu dengan bau busuk yang berasal dari tumpukan sampah lama di Depo Pengok.
Koordinator aksi sekaligus perwakilan warga Pengok Senen Prabowo menjelaskan, bau sampah tercium hingga radius satu kilometer. Sebab sampah yang ada di dalam depo, merupakan sampah lama yang tertimbun hingga menumpuk tinggi. “Apalagi kalau pas anginnya kenceng, bau semua (radius satu kilometer, Red)," tuturnya.
Senen menyampaikan, kondisi Depo Pengok menjelang Lebaran memang kosong atau bersih dari sampah. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama. "Kemudian terjadi seperti ini lagi. Bahkan sampai kemarin itu meluap ke jalan," keluhnya.
Menunpuknya sampah di Depo Pengok tersebut diduga juga berasal dari oknum penggerobak. Biasanya, ada yang ikut membuang sampah di depo saat malam hari. Karena depo ditutup, penggerobak ini rela naik ke pagar.
Sementara itu, Ketua RT 34, RW 10 Demangan, Gondokusuman Agus Irianto menambahkan, setelah adanya penumpukan sampah, banyak lalat berterbangan ke permukiman warga. Adanya fenomena tersebut berdampak kepada pengusaha khususnya warung makan di sekitar depo.
“Banyak yang pindah, warung soto baru tiga bulan tutup tidak berani buka karena lalat banyak sekali. Baru kali ini aksi karena penumpukan luar biasa,” ujarnya.
Menumpuknya sampah, lanjutnya, tidak dibarengi dengan pengambilan rutin oleh petugas DLH Kota Jogja. Oleh karena itu, warga turut menuntut pembatasan sampah yang dibuang oleh masyarakat ke Depo Pengok. “Tuntutannya pengaturan pengambilan penjadwalan sama pembatasan (sampah, Red),” sebutnya.
Kepala Bidang Pengolahan Persampahan DLH Kota Jogja Ahmad Haryoko menyampaikan mengaku, pengangkutan sampah akan dilakukan bertahap. "InsyaAllah minggu depan baru bisa," janjinya.
Dia memperkirakan, membersihkan Depo Pengok membutuhkan pengangkutan armada truk sekitar 20 kali angkut. Selain itu, pihaknya juga membutuhkan alat berat untuk membantu pengosongan di Depo tersebut. "Ini kami akan bicarakan terlebih dahulu untuk lokasi (pembuangan, Red) sampah. Mudah mudahan ada solusi terbaik," tandasnya. (oso/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita