RADAR JOGJA - Wacana penghilangan atau pembongkaran separator di jalur ring road Jogja dibatalkan. Hal ini mempertimbangkan keselamatan kendaraan yang melintas. Justru putaran balik "U-turn" bakal ditutup karena berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
Plh Kepala Dinas Perhubungan DIY Sumariyoto mengatakan, pembatalan itu berdasarkan masukan dari para ahli dalam rapat kajian dengan beberapa pihak di Polda DIY baru-baru ini. Dengan pertimbangan keselamatan kendaraan yang melintas, wacana itu tidak dilanjutkan.
"Ada beberapa ahli yang memberikan masukan, (wacana penghilangan separator) tidak dilanjutkan. Alasannya keselamatan," katanya Kamis (16/5).
Oyot, sapaan akrab Sumariyoto menjelaskan, tanpa adanya separator di jalur ring road dikhawatirkan justru dapat mendongkrak angka kecelakaan. Sebab adanya separator di jalur ring road saja, kecelakaan masih terjadi. "Apalagi tidak ada separator," ujarnya.
Praktis uji coba peniadaan separator yang bakal dilakukan Ditlantas DIY mulai Monjali sampai Condongcatur selama satu bulan pun, disebut batal. "Uji cobanya (peniadaan separator) dibatalkan," jelasnya.
Menurutnya, peniadaan separator itu baru sekadar wacana. Sebelum masuk tahap kajian, disidkusikan dahulu bersama berbagai pihak, termasuk para ahli untuk mengetahui dampak positif dan negatifnya. "Dari hasil diskusi itu kan tidak sepakat, jadi tidak dilanjut," terangnya.
Kendati begitu, Oyot menyebut justru yang berkembang dalam rapat itu akan menutup putaran balik atau "U-turn" di jalur ring road yang berpotensi menimbulkan kecelakaan. Namun demikian ia belum dapat memastikan jumlah titik putaran balik yang akan dihilangkan, karena masih dikaji lagi.
"Nanti mau dikaji lebih dulu U-turn mana saja. Kalau mau selamat, ya ditutup kabeh. Cuma aksesnya kan agak terganggu. Semua U-turn nanti dikaji kembali. Tadi sudah ada rapat di SMK Angkasa, cuma saya nggak ikut," tandasnya.
Terpisah, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana menghargai segala upaya peningkatan keselamatan bagi pengguna jalan. Apalagi di ring road beberapa kali terjadi kecelakaan cukup fatal.
"Peniadaan U-turn terutama di tengah-tengah ring road saya sepakat, karena sering sekali kendaraan balik di U-turn itu mengejutkan dan cukup berbahaya," katanya.
Baca Juga: Rencana Peniadaan Separator di Jalur Ring Road Jogja, Dishub DIY Bilang Begini
Huda menjelaskan, apalagi dengan U-turn itu banyak sepeda motor masuk jalur cepat dengan jarak yang cukup panjang, sehingga rancu dan membahayakan.
Pada prinsipnya politisi PKS ini mendukung berbagai upaya peningkatan keselamatan pengguna jalan. Namun bukan hanya di ring road, melainkan seluruh ruas jalan di Yogyakarta .
"Termasuk kerusakan-kerusakan jalan juga harus segera diperbaiki, karena membahayakan masyarakat. Jangan sampai ada kecelakaan gara-gara jalan rusak dan berlubang," tambahnya. (wia/laz)