RADAR JOGJA - Ratusan abdi dalem menghadiri silaturahmi Lebaran 2024 atau Syawalan 1445 Hijriah dengan Gubernur yang juga Raja Keraton Jogja Sultan Hemengku Buwono X dan Wagub yang juga Adipati Pakualaman Paku Alam X. Acaranya sendiri berlangsung di Bangsal Kepatihan, kemarin (7/5).
Dengan suasana berbeda dalam Bangsal Kepatihan, biasanya tamu undangan dalam acara mengenakan alas kaki. Tapi kali ini para abdi dalem dari Keraton Jogja dan Kadipaten Pakualaman itu berjalan untuk bersalaman dengan HB X dan PA X tanpa alas kaki atau nyeker. Mereka mengenakan busana tradisional adat Jawa lengkap dengan aksesoris lain sebagai pendukung busana.
Sultan Hamengku Buwono X berpesan kepada para abdi dalem di Yogyakarta untuk menampilkan karakter satria dalam kehidupan sehari-hari. Karakter dan sifat satria itu bisa diteladani dari para leluhur Mataram dan dipupuk secara terus menerus.
"Para abdi dalem harus jadi penjaga budaya Ngayogjakarta yang lebih baik dibandingkan warga lainnya," katanya dalam bahasa Jawa saat memberikan sambutan.
HB X menjelaskan, abdi dalem mempunyai kewajiban untuk mengikuti dan menaati perintah nenek moyang Mataram. Selalu sadar akan ucapan dan tindakan yang dilakukannya, serta selalu mampu berakhlak mulia mewakili masyarakat yang sebenarnya. "Saya juga ucapkan selamat Lebaran, minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin," ujarnya.
Ketua Paguyuban Abdi Dalem DIY KRT Kusumo Negoro mengatakan, pada syawalan ini HB X berpesan kepadanya agar menjalin soliditas antarsesama abdi dalem. "Kami dipesan sebagai penjaga budaya, pelestari dan pengembangan budaya Jogja," jelasnya.
Menurutnya, selama ini ada 2.500 abdi dalem Punokawan dan lebih dari lima ribu abdi dalem Kaprajan yang ada di DIY. "Regenerasinya masih berjalan. Keraton Jogja juga sudah membuka pendaftaran beberapa waktu lalu. Khusus untuk lembaga budaya juga dibuka bagi mahasiswa seni budaya untuk mendaftar," ungkapnya. (wia/laz)