Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Antisipasi Sampah Membeludak di Kota Jogja Pasca TPST Piyungan Ditutup Total, DLH Terapkan Skema Dakon untuk Seluruh Depo

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 4 Mei 2024 | 13:35 WIB
Mareta Hexa Sevana Tim Kerja Penanganan Sampah DLH Kota Jogja.
Mareta Hexa Sevana Tim Kerja Penanganan Sampah DLH Kota Jogja.

 

RADAR JOGJA - Pemkot Jogja melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan menerapkan sistem 'dakon' pada seluruh depo sampah. Hal itu untuk mengatasi tumpukan sampah di depo sampah pasca ditutupnya TPST Piyungan secara total.


"Kemarin 30 April betul-betul kita (keruk) maksimalkan pakai alat berat di Depo. Sekarang kondisinya masih ada beberapa yang tertahan. Dan sistem dakon tadi sudah mulai kita terapkan," ujar Tim Kerja Penanganan Sampah DLH Kota Jogja Mareta Hexa Sevana kemarin (3/5).


Skema sistem dakon itu seperti permainan tradisional dakon, di mana yang paling banyak depo terisi sampah akan digeser dan diratakan ke depo yang masih sedikit atau kosong. Hal itu bertujuan agar sebaran sampah tidak menumpuk di satu titik depo, sehingga merata.


Mareta juga mengatakan sejumlah depo seperti di Depo Toroloyo kuota sampahnya masih lebih sedikit dibandingkan depo lain. Hal itu dikarenakan lokasi Depo Toroloyo yang berada di kompleks pemakaman dan dipagari dengan beberapa lapis. "Tapi penggrobak yang biasa membuang di sana sejak ada pembatasan sudah banyak yang beralih ke tempat lain," tuturnya.


Beralihnya penggrobak itu dinilai telah bergeser dari ketentuan saat pertama program Gerakan Zero Sampah Anorganik (GZSA) Kota Jogja diberlakukan. Mareta menilai, saat ini kebanyakan penggerobak memilih depo untuk membuang sampah berdasarkan kemampuan dan lebih nyaman membuang di mana.


"Nah di TPS3R Nitikan ini sekarang mulai membeludak karena pada tahu kalau di Nitikan pasti diolah. Jadi banyak yang dari depo lain geser ke Nitikan," tandasnya.


Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menambahkan, di Kota Jogja terdapat 14 depo yang tersebar. Dengan adanya 14 depo itu pihaknya optimistis akan mampu menampung sampah di Kota Jogja.


"Di hulu lebih kita tekankan lagi pilah olah sampah dari rumah. Ini selalu kita sampaikan melalui forum kewilayahan dan forum bank sampah. Supaya kemudian produksi volume dari rumah tangga tidak meningkat," tandasnya. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#keruk #depo sampah #Kota Jogja #Depo Toroloyo #GZSA #TPS3R Nitikan #penanganan sampah #Gerakan Zero Sampah Anorganik #Sampah #DLH #TPST Piyungan #Singgih Raharjo