RADAR JOGJA - Inflasi di Kota Jogja mengalami lonjakan sebesar 0,36 pada April lalu. Kenaikan inflasi tersebut salah satu faktornya adalah perihal harga komoditas nangka yang naik dikarenakan menjadi bahan baku gudeg yang laku keras saat momen libur Lebaran. Kenaikan harga emas juga menjadi salah satu faktor kenaikan inflasi.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Jogja Mainil Asni menjelaskan, kenaikan harga nangka tersebut tak terlepas dari tren naiknya kebutuhan makanan khas Kota Jogja yaitu Gudeg. Pada saat momen libur Lebaran, gudeg menjadi makanan yang digandrungi para wisatawan sehingga kebutuhan akan nangka sebagai bahan baku gudeg naik drastis. "Sepanjang libur Lebaran kemarin, nangka sempat langka selama beberapa saat," tuturnya.
Karena minat konsumen yang tinggi dan stok nangka yang kurang, para penjual gudeg sempat mendatangkan dari luar kota. Beberapa Kota tersebut di antaranya adalah Lampung dan Sumatera Selatan. “Bahan bakunya yang tadinya hanya didatangkan dari Pulau Jawa, sekarang sampai Lampung dan Sumatera Selatan," jelasnya.
Inflasi berdasarkan kelompok pengeluaran yang tertinggi adalah perawatan pribadi dalam hal ini membeli emas. Perhiasan atau emas memiliki andil 0,10 persen dalam pendorong inflasi. Beberapa bulan terakhir harga emas memang naiknya lumayan dan ini menjadi salah satu penyebab inflasi tinggi.
Transportasi juga jadi penyebab cukup tinggi karena Lebaran dan libur panjang sehingga semua moda transportasi meningkat. Transportasi tersebut mela
Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menambahkan besaran inflasi pada bulan ini di Kota Jogja mengalami peningkatan. Namun pihaknya memastikan oeningkatan tersebut masih dalam ambang batas aman.(oso/din)