JOGJA - Dinas Koperasi (Dinkop) UKM DIY menargetkan eks Hotel Mutiara 1 segera beroperasi tahun 2025.
Saat ini tahap renovasi bangunan yang terletak di Jalan Malioboro itu masih berlangsung, terutama bagian interior.
Kepala Dinkop UKM DIY Srie Nurkyatsiwi mengatakan, renovasi bangunan telah dimulai sejak 2023.
Namun, belum selesai. Renovasi tahun lalu baru fokus ke bagian luar dan fasad gedung.
"Sementara pada tahun ini dilakukan perbaikan di bagian dalam dengan menyesuaikan beberapa letak dan bentuk bangunan," katanya Selasa (30/4).
Siwi menjelaskan meski pada tahun ini pembenahan fisik bangunan luar sedikit masih dilakukan, namun lebih banyak difokuskan untuk pembenahan ke area dalam dan interior.
"Tahun 2023 kami sudah renovasi juga tapi kan belum selesai. Di tahun ini kami lanjut lagi dengan finishing interior dan harapannya 2025 sudah bisa kami coba," ujarnya.
Nantinya bangunan hotel Mutiara 1 yang seluas 5.050 meter persegi dengan delapan lantai itu akan dijadikan sebagai etalase UMKM premium.
Adapun Hotel Mutiara 1 dan 2 sebelumnya dibeli Pemprov DIY pada 2021 sebesar Rp170 miliar. Rencana renovasi dan program tersebut sempat macet lantaran adanya pandemi Covid-19.
Namun, pada tahun 2023 lalu kembali menganggarkan Rp23 miliar untuk kebutuhan renovasi gedung tersebut dan berlanjut sampai tahun ini.
Nanti setelah gedung 100 persen selesai dan bisa dipakai, akan ada kurasi bagi UMKM yang bisa mejeng di tempat tersebut.
Menurutnya, Hotel Mutiara 1 tidak hanya diperuntukkan sebagai etalase produk saja melainkan diproyeksikan bakal menjadi tempat bertumbuhnya UMKM mulai ide maupun penjualan.
"Untuk kurasi tentu akan kami kaji dulu kebijakan dan regulasinya karena kan ini harapannya beda ya UMKM-nya," terangnya.
Pun eks Hotel Mutiara ke depan dipastikan menghadirkan segmen berbeda dari biasanya.
Meski, saat iki sudah banyak tempat dengan aktivitas yang serupa berupa pembinaan dan wadah bagi UMKM untuk berkembang.
"Kalau bicara di sana nantinya akan ditempatkan produk premium, ya, premium yang seperti apa? Itu kan harus dikaji lagi. Kemudian bagaimana mempromosikan tempatnya itu masih jadi catatan kami," tambahnya.
Selain itu, akan ada aneka ragam produk yang bakal ditempatkan di lokasi tersebut jika sudah mulai beroperasi mulai dari fesyen, kriya, kerajinan dan lain sebagainya.
Nantinya setiap jenis produk akan ditempatkan di lantai berbeda. Pun juga akan ada semacam kantor dan ruang kerja bersama sebagai wadah untuk kreasi dan inovasi ide produk.
"Jadi bukan hanya etalase, di sana nanti juga ada aktivitas jual ide dan produk kan ada semacam ruang dan kantor untuk inkubasi, ruang pamer, ritel, jualan juga ada, juga ada edukasi nanti. Harapan kami 2025 bisa jalan," imbuhnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad