JOGJA - Pansus Pengelolaan Sampah DPRD Kota Jogja tekan pencanangan desentralisasi sampah di Kota Jogja.
Untuk mengoptimalkan desentralisasi sampah, Pemerintah Kota Jogja kebut pembangunan dua TPS3R di Kranon dan Karangmiri agar segera bisa difungsikan dengan maksimal.
"Untuk persiapan desentralisasi kita terus ngebut untuk pembangunan di dua lokasi, baik di Kranon maupun Karangmiri. Satu lagi (TPS3R, Red), yang Nitikan, ini sudah operate (operasi)," ujar Penjabat Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo, Selasa (23/4/2024).
Singgih memprediksi tiga TPS3R tersebut akan mampu menyerap produksi sampah di Kota Jogja sebanyak 135 Ton.
Sementara itu, produksi sampah di Kota Jogja setiap harinya sekitar 20 Ton.
"Hitung-hitungan kita tiga lokasi itu memang belum bisa menyelesaikan total sampah ya untuk 200an ton itu tapi kita sudah punya kerja sama dengan stakeholder kami kemitraan yang nanti akan membantu untuk menyelesaikan ini," tuturnya.
Ia menjelaskan di TPS3R Nitikan dari 65 Ton penerimaan sampah bisa dimaksimalkan menjadi 75 Ton.
Dua TPS3R lainya yaitu Karangmiri dan Kranon belum beroperasi dan masih dalam tahap pembangunan, ketika sudah bisa dioperasikan Singgih pun optimis bisa lebih dimaksimalkan.
"Jadi bisa lebih dari 60 Ton, shiftnya bisa diperpanjang contohnya yang di Nitikan itu shiftnya sampai sore," jelasnya.
"Mayoritas (sampah, Red) kita olah sendiri di Kota Jogja, nah sisa sedikit ini baru kita distribusikan ke beberapa mitra," imbuhnya.
Singgih menyampaikan pembangunan TPS3R tersebut diperkirakan akan selesai di bulan Mei. Walaupun belum menyebutkan tanggal pastinya, ia memperkirakan di awal bulan.
"Ini terus (dibangun, Red) setiap dua hari sekali saya cek," tandasnya.
Sementara itu, Anggota Pansus Pengelolaan Sampah Kota Jogja Krisma Eka Putra menyampaikan bahwa Misi Pemda DIY adalah Pencanangan Desentralisasi Pengelolaan Sampah di Kabupaten/Kota.
Maka dari itu perlu keseriusan membangun sinergitas dengan Kabupaten atau kota.
"Jangan malah menaikan atau meninggika ego sektoral dalam pengelolaan sampah. Karena persoalan sampah ini adalah persoalan yang harus cepat ditanggulangi," ujarnya.
Pimpinan Komisi B DPRD Kota Jogja tersebut juga menyampaikan bahwa isu soal sampah di Kota Jogja khususnya bukan merupakan hal tang baru.
Isu sampah menjadi persoalan yang setiap saat hadir bahkan cukup lama dan berlarut.
Menurutnya, Pemkot Jogja harus bisa segera menentukan langkah kerja yang efektif dan efisien menuju desentralisasi sampah Mei mendatang.
Jangan sampai nantinya malah muncul lonjakan sampah di depo dan TPS maupun di sejumlah titik akibat penutupan TPA Piyungan.
"Masyarakat butuh penyelesaian konkret dan saya akan mengawal realisasi program desentralisasi ini di Kota Jogja agar tidak terjadi fenomena darurat sampah. Sudah menjadi kewajiban bersama untuk menuntaskan persoalan ini," pungkasnya. (oso)
Editor : Meitika Candra Lantiva