Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

TPST Piyungan Mulai Layani Pembuangan Sampah Selama Lima Hari Hingga 30 April, Dampaknya Tumpukan Sampah Dimana Mana

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 22 April 2024 | 23:07 WIB
 
SUDAH PENUH: Kondisi riil TPST Piyungan yang secara matematis sudah tak ada ruang lagi untuk menampung pembuangan sampah dan dipastikan tutup pertengahan April.
SUDAH PENUH: Kondisi riil TPST Piyungan yang secara matematis sudah tak ada ruang lagi untuk menampung pembuangan sampah dan dipastikan tutup pertengahan April.
 
JOGJA - Sebagai transisi awal pengelolaan sampah secara desentralisasi, TPST Piyungan mulai berlaku hanya melayani atau dibuka 5 hari saja sejak Jumat (19/4) hingga Selasa (30/4) mendatang.
 
Ini juga menyikapi semakin penuh kapasitas yang ada sehingga tak lagi mampu menampung sampah yang masuk. 
 
Layanan yang dibuka terbatas itu membawa konsekuensi penumpukan sampah yang terjadi di beberapa titik di wilayah Yogyakarta. Terlebih, Kota Jogja yang begitu mencolok. 
 
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengatakan, adanya penumpukan sampah di beberapa titik di Yogyakarta, karena memang penyesuaian dari layanan TPST Piyungan tersebut. 
 
 
"Kita melihat memang masih ada beberapa titik yang di pinggir jalan dan itu memang butuh penyesuaian. Karena layanan TPA kami juga tidak setiap hari, mungkin itu menyesuaikan dengan layanan yang ada di TPA Piyungan," katanya Selasa (22/4). 
 
Kusno menjelaskan sampai dengan 30 April mendatang layanan TPST Piyungan mulai berlaku hanya 5 hari layanan.
 
Dimulai sejak 19 April lalu, kemudian tanggal 22, 24, dan 30 April. Satu hari di antaranya adalah hari cadangan pada hari libur Sabtu, 27 April.  
 
"Itu memang layanan lima hari, sisanya untuk penataan disana. Dan kami sudah maksimal sampai layanan kami di tanggal 30 April mendatang," ujarnya. 
 
Menurutnya, jika tidak diberlakukan layanan terbatas tersebut maka kapasitas di TPST Piyungan akan penuh tidak sampai 30 April.
 
Sebab, setelah 30 April atau awal pekan Mei mendatang sudah pemberlakuan pengolahan sampah secara desentralisasi di kabupaten/kota Sleman, Bantul dan Kota Jogja 
 
"Iya kalau dari perhitungan kami demikian, karena kami tidak hanya melihat kemudian tumpukan yang ada di TPA, tapi kami juga harus memperhatikan struktur dan sebagainya yang itu tidak membahayakan masyarakat sekitarnya. Jadi, untuk tampungannya perhitungan kami ya hanya sampai segitu di akhir April ini," jelasnya. 
 
Namun demikian, melihat fenomena tumpukan sampah yang terjadi di beberapa titik itu juga dibutuhkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat DIY.
Dalam hal ini tidak hanya kabupaten/kota. Semua pihak disebut harus turut terlibat.
 
"Artinya pengelolaan sampah harus sudah selesai di rumah tangga. Dan itu butuh edukasi dan soiasliasi yang terus menerus oleh mitra kami di kabupaten kota," sambungnya. 
 
 
Pun, perhitungan awal kapasitas TPST Piyungan bakal penuh pada pertengahan April, hal tersebut meleset.
 
Sebab, kapasitas tampungan ternyata masih ada slot lantaran kuota yang diberikan untuk kabupaten/kota tidak maksimal dimanfaatkan.
 
Sehingga rencana desentralisasi pun turut mundur yang awalnya pertengahan April berubah menjadi awal Mei. 
 
"Kemudian dengan adanya liburan Idulfitri kami juga untuk mengantisipasi karena ada beberapa lonjakan walaupun tidak signifikan," terangnya. 
 
Kusno menyebut, tentunya setelah 30 April mendatang akan ada penataan di TPST Piyungan. Juga di tahun ini akan ada kajian ke depan terkait peruntukan TPST Piyungan tersebut. 
 
"Apakah nanti untuk edu wisata atau untuk yang lain-lain nanti jadi bagian hasil dari kajian kami mudah-mudahan nanti di pertengahan kami sudah bisa mengajukan untuk kajian," tambahnya. (wia)
 
Editor : Amin Surachmad
#Kota Jogja #Yogyakarta #Sampah #TPST Piyungan