Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puluhan Ribu Pengunjung Banjiri Pasar Beringharjo, Namun Omzet Para Pedagang Tidak Naik Signifikan, Tak Sebagus Tahun Lalu.

Agung Dwi Prakoso • Jumat, 19 April 2024 | 14:00 WIB

BERJUBEL: Suasana di los suvenir dan cinderamata Pasar Beringharjo, (18/4). Puluhan ribu pengunjung berbelanja di Pasar Beringharjo selama libur Lebaran ini.
BERJUBEL: Suasana di los suvenir dan cinderamata Pasar Beringharjo, (18/4). Puluhan ribu pengunjung berbelanja di Pasar Beringharjo selama libur Lebaran ini.
 



RADAR JOGJA - Puluhan ribu pengunjung memadati Pasar Beringharjo selama libur Lebaran 2024 ini. Kunjungan tersebut berdampak pada omzet para pedagang. Namun, kenaikannya tidak signifikan. Tidak sebagus tahun lalu.


Lurah Pasar Beringharjo Barat Aroni Fasah mengatakan, peningkatan kunjungan mulai terlihat sejak H-4 Lebaran. Puncak kunjungan terjadi pada H+1 sampai H+3 Lebaran. Paling banyak terjadi pada Minggu (14/4) menyentuh angka 15 ribu pengunjung.


Jika dikalkulasi, jumlah kunjungan di H+1 sampai H+3 meningkat hingga 77 persen dari hari biasa. Tren pengunjung adalah membeli berbagai macam jenis konveksi dan oleh-oleh asesoris khas Kota Jogja. "Ya memang tidak sebanyak tahun lalu, tren belanja online bisa jadi menjadi faktor menurunya kunjungan," jelasnya.


Hingga sampai saat ini, pihaknya masih melakukan perhitungan perputaran yang di Pasar Beringharjo selama libur Lebaran. Ia mengklaim kemungkinan tidak semua pedagang merasakan dampak ramainya kunjungan kemarin.

"Perputaran uangnya belum merata. Tapi ada yang tidak sesuai dibanding tahun kemarin. Pedagang di tengah lebih tinggi, beda sama yang samping-samping,"jelasnya.


Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Barat Ahmad Zainul Bintoro menambahkan dengan jumlah kunjungan wisatawan libur lebaran kemarin omzet penjualan memang naik tetapi kurang signifikan.

Ia menilai omzet menurun dibanding tahun lalu"Mungkin kenaikan omzet dari sebelum lebaran itu sekitar 40 persen sampai 50 persen," ujarnya.


Persentase tersebut dinilai turun hingga 30 persen jika dibandingka libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut salah satunya dipengaruhi oleh faktor pemulihan pasca pandemi Covid-19.

"Per hari setiap toko berbeda. Kalau tempat saya, saat puncak H+3 bisa terjual sekitar 50 buah. Sabtu-Minggu bisa 50-60, tapi lainnya di bawah itu," jelasnya.

Barang-barang yang banyak diburu wisatawan adalah baju, kaus, dan batik. "Saat puasa yang ramai tren pakaian muslim. Sedangkan batik sepi. Biasanya memang batik itu ramainya setelah Lebaran," jelasnya. (oso/din)



Editor : Satria Pradika
#pasar beringharjo #Libur Lebaran 2024 #Pandemi Covid-19 #Oleh-oleh khas Jogja