RADAR JOGJA - Proses revitalisasi Pasar Terban akan dimulai Jumat (19/4). Para pedagang diharuskan memindahkan barang-barang menuju ke lokasi selter sementara. Selama kurang lebih delapan bulan mereka akan menempati shelter sementara.
Kabid Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Jogja Gunawan Nugroho mmenjelaskan, selter sementara tersebut berlokasi di Jalan Batikan, Pandeyan, Umbulharjo.
Selter tersebut juga merupakan tempat sementara yang digunakan oleh para pedagang pasar Sentul sementara waktu lalu.
"Seluruh pedagang sudah tahu di mana mereka akan menempati kios sementaranya. Kemarin sudah diundi dan para pedagang sudah sepakat," tuturnya Rabu (17/4).
Para pedagang tersebut memindahkan barang-barangnya secara mandiri. Mereka menggunakan berbagai taransportasi seperti motor, mobil pikap hingga truk.
"Mereka akan menempati selter sementara selama kurang-lebih delapan bulan hingga pasar Terban siap untuk beroperasi," jelasnya.
Salah seorang pedagang bungkus plastik dan dos Heriyanto menyampaikan,sosialisasi terkait revitalisasi Pasar Terban telah dilakukan sejak lama. Menurutnya, pelaksanaan revitalisasi sempat mundur beberapa kali.
Dirinya tidak mempermasalahkan perihal perpundahan ke selter sementara tersebut. Ia optimis tetap mendapatkan pembeli di selter sementara.
"Para langganan lama akan datang lagi membeli di sini. Soalnya mereka juga pedagang yang butuh wadah," ujarnya.
Walaupun optimis, pohaknya juga menyadari bahwa akan ada potensi berkurangnya pembeli.
Hal tersebut dikarenakan saat di Pasar Terban dirinya sudah banyak pelanggan dari sekolah ataupun instansi.
“Saya hanya dapat 1x2 meter. Untuk berusaha susah, untuk barang barang susah. Apalagi barang saya besar-besar. Kalau ini (di Pasar Terban) 3x4 meter,” tuturnya.
Heriyanto juga menuturkan pihaknya belum mengetahui sistem penempatan di Pasar Terban ketika sudah jadi. Di shelter tersbeut, ia hanya membayar uang retribusi sebesar Rp 2.000 per hari. (oso/pra)
Editor : Satria Pradika