JOGJA - Dikarenakan proses revitalisasi Pasar Terban akan dimulai pada Jumat (19/4/2024), senumlah pedagang mulai memindahkan barang-barang menuju ke lokasi selter sementara. Para pedagang tersebut akan menempati selter sementara kurang lebih delapan bulan hingga Pasar Terban mulain bisa beroperasi.
"Maksimal para pedagang bisa pindah di shelter sementara pada Kamis (18/4/2024) karena pada Jumat (19/4/2024) pembongkaran pasar sudah dimulai," ujar Kabid Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Jogja Gunawan Nugroho, Rabu (17/4/2024).
Gunawan menjelaskan, shelter sementara tersebut berlokasi di jalan Batikan, Pandeyan, Umbulharjo, Jogja. Shelter tersebut juga merupakan tempat sementara yang digunakan oleh para pedagang pasar Sentul sementara waktu lalu.
"Seluruh pedagang sudah tahu dimana mereka akan menempati kios sementaranya. Kemarin sudah di undi dan para pedagang sudah sepakat," tuturnya.
Para pedagang tersebut memindahkan barang-barangnya secara mandiri. Mereka menggunakan berbagai taransportasi seperti motor, mobil pikap hingga truk.
"Mereka akan menempati selter sementara selama kurang-lebih delapan bulan hingga pasar Terban siap untuk beroperasi," jelasnya.
"Untuk progres pembangunannya nanti kami update dari Kementrian PUPR,” imbuhnya.
Sementara itu, salah seorang pedagang bungkus plastik dan dos Heriyanto menyampaikan bahwa sosialisasi terkait revutalisasi Pasar Terban telah dilakukan sejak lama. Menurutnya, pelaksanaan revitalisasi sempat mundur beberapa kali.
Dirinya tidak mempermasalahkan perihal perpundahan ke shelter sementara tersebut. Ia optimis tetap mendapatkan pembelindi shelter sementara itu.
"Para langganan lama di pasar duninsyallah akan datang lagi membeli disini. Soalnya mereka juga pedagang yang butuh wadah palstuk atau dus," ujarnya.
Walaupun optimis, pohaknya juga menyadari bahwa akan ada potensi berkurnagnya pembeli. Hal tersebut dikarenakan saat di Pasar Terban dirinya sudah banyak pelanggan dari sekolah ataupun instansi.
“Saya hanya dapat 1x2 meter. Untuk berusaha susah, untuk barang barang susah. Apalagi barang saya besar-besar. Kalau ini [di Pasar Terban] 3x4 meter,” tuturnya.
Heriyanto juga menuturkan bahwa pihaknya belum mengetahui sistem penempatan di Pasar Terban ketika sudah jadi. Di shelter tersbeut, ia hanya membayar uang retribusi sebesar Rp 2000 per hari.
“Nanti kontraknya mahal ga, kalau ke sini bayar lagi ga. Kalau aturan lama Cuma bayar retribusi tidak masalah,” pungkasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin