Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tak Terlalu Menonjol Selama Libur Lebaran 2024, BPBD DIY: Secara Umum Pengamanan Berjalan Lancar

Winda Atika Ira Puspita • Rabu, 17 April 2024 | 01:38 WIB
Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad di Kantor BPBD DIJ, Selasa (6/2).
Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad di Kantor BPBD DIJ, Selasa (6/2).

JOGJA - Sejumlah kejadian dilaporkan BPBD DIY selama pengamanan libur Lebaran 2024 di destinasi wisata. Hasil laporan ini dari pengamanan yang dilakukan sejak tanggal 4 hingga 15 April.

Secara umum untuk pengamanan selama libur Lebaran di Jogja berjalan lancar dan aman.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, beberapa kejadian dari hasil pengamanan di destinasi wisata rentang waktu 4-15 April di antaranya ada mobilisasi ambulans yang mengangkut 16 pasien di seluruh objek wisata.

"Kemudian ambulans jenazah itu 6 orang yang kita bawa, terus ada 17 lakalantas. Tetapi 17-nya selamat, kemudian laka laut ada 9 kemudian selamat semua," katanya ditemui di Kompleks Kepatihan Selasa (15/4).

Kemudian, ada laka sungai 1 orang yang hingga kini belum ditemukan. Namun, sampai hari ini masih pencarian, dimana TKP-nya di Sungai Code.

Selain itu, pertolongan kepada wisatawan ada belasan orang yang luka yang dirawat, kemudian ada pohon tumbang 1 kejadian di Waduk Sermo.

Tak hanya itu, ada 1 kejadian konservasi penyu yang mati terdampar di Pantai Kuwaru.

Kemudian ada evakuasi penemuan jenazah 2 orang, di antaranya 1 perempuan di pantai Lorong Cemoro dan 1 laki-laki di Sungai Opak. Kemudian evakuasi ular masuk rumah di Candibinangun Sleman.

"Itu yang kejadian di tanggal 4-15 (April) tetapi secara umum untuk pengamanan dan para wisatawan di Jogja berjalan lancar dan aman," ujarnya.

Noviar yang juga Plt Kepala Satpol PP itu menyebut, dibandingkan dengan tahun sebelumnya bahwa jumlah kejadian tahun ini saat libur Lebaran 2024 terbilang menurun.

Tahun sebelumnya disebut sempat ada wisatawan hingga terseret ombak.

"Sekarang ada yang terseret 3 orang tetapi bisa diselamatkan semua oleh teman-teman," jelasnya.

Pun 6 orang yang dilaporkan meninggal dunia, kejadiannya berada di lokasi daerah pantai.

"Ketika ada yang meninggal kan minta bantuan kita untuk bawa ke pemakaman, jadi bukan kecelakaan di objek wisata, ada yang sakit jantung atau yang lain," terangnya.

Adapun, status siaga darurat bencata hidrometeorologi masih akan berlangsung hingga 29 April mendatang.

Noviar menyebut, dari peringatan BMKG ada potensi gelombang yang agak tinggi mencapai 2,5 meter.

"Dan dari evaluasi kita seminggu terakhir, alhamdulillah tidak ada kejadian yang menonjol. Kalau hujan pun masih dalam batas normal. Tidak ada longsor, tidak ada banjir, tidak ada bencana hidrometeorologi," tambahnya.

Namun antisipasi tetap dilakukan, pihaknya mengerahkan antisipasi di jajaran bawah tiap keluarahan.

Sudah ada forum pengurangam bencana yang diklaim selalu siaga ketika terjadi bencana hidrometeorologi.

"Ketika terjadi bencana maka mereka akan siap bersama relawan-relawan yang ada di DIY," imbuhnya.

Terpisah Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan menambahkan, instansinya memantau pengamanan di 71 tempat di DIY.

Hingga Senin (15/4) puncak kepadatan lalu lintas terjadi di objek wisata di kawasan pantai Kulon Progo seperti glagah dan sekitarnya. Kemudian wisata jeep Merapi di Kaliurang, kemudian pantai Parangtritis.

"Puncaknya dihari kedua, hari ketiga mulai landai tapi belum bisa disebut biasa. Karena ada dua hari WfH kami tetap melakukan antisipasi bila terjadi kepadatan lalu lintas walaupun secara operasi sudah selesai," katanya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#destinasi wisata #libur lebaran #BPBD DIY