RADAR JOGJA - Volume sampah mengalami peningkatan selama libur Lebaran. Namun, pengangkutan sampah ke TPST Piyungan tetap dibatasi 350 ton per hari. Peningkatan volume sampah mencapai 65 ton secara akumulasi, terbanyak terjadi di Kota Jogja seberat 30 ton. TPST Piyungan masih melayani pengangkutan sampah hingga akhir April ini.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIJ Kusno Wibowo mengatakan, peningkatan tak signifikan. Sebab sudah dikurangi melalui pengolahan sampah di masing-masing wilayah. Kusno merinci Kota Jogja 30 ton, Bantul 20 ton, dan Sleman 15 ton.
Meski ada peningkatan volume, kuota pengangkutan sampah tetap dibatasi 350 ton per hari untuk tiga wilayah itu. Saat ini masih melayani untuk pengangkutan di TPA Piyungan. Penutupan layanan TPST Piyungan secara permanen baru akan dilakukan akhir April. Kemudian mulai desentralisasi pada awal Mei. "Kemarin juga sudah ada skema pengosongan depo-depo kota pra dan paska libur Idul Fitri ini. Penambahannya 1.000 ton untuk pra dan pasa liburan," jelasnya.
Menurutnya, evaluasi pengosongan semakin relatif terkendali di depo-depo Kota Jogja. Artinya separo sampah dari depo sudah terangkut seluruhnya ke TPST Piyungan. "Nanti kita lihat. Evaluasi pada 17 April,’’ terangnya.
Selain itu, terkait pemanfaatan hanggar di lahan sebagian TPST Piyungan masih sesuai rencana. Hanya belum rampung membangun komunikasi dengan wilayah setempat maupun warga Sitimulyo Bantul. Komunikasi masih dilanjutkan paska libur Lebaran. “Mudah-mudahan setelah ada komunikasi nanti ada kesepakatan untuk kemudian bisa lanjut, agak lebih meringankan Kota Jogja," tambahnya.
Dengan begitu, sementara waktu Kota Jogja akan mengoptimalkan beberapa depo dengan menambah durasi waktu seperti di TPS 3R Nitikan yang tadinya hanya 1 shift menjadi 2 shift. (wia/din)
Editor : Satria Pradika