Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Puncak Arus Balik Lewat Darat Mulai Terlihat, Total Kendaraan Keluar Makin Bertambah, Puncaknya Hari Ini hingga Besok

Elang Kharisma Dewangga • Minggu, 14 April 2024 | 23:27 WIB
PADAT: Kendaraan roda dua dan empat memadati Jalan Abu Bakar Ali  menuju Jalan Malioboro Jogja, Sabtu (13/4).
PADAT: Kendaraan roda dua dan empat memadati Jalan Abu Bakar Ali menuju Jalan Malioboro Jogja, Sabtu (13/4).

JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) DIY memprediksi arus balik libur Lebaran 2024 terjadi pada Minggu sore (14/4).

Dari data yang dihimpun, jumlah kendaraan yang keluar setiap harinya makin meningkat.

Hingga hari ini (14/4), total kendaraan keluar DIY sebanyak lebih dari 700 ribu kendaraan.

Kepala Seksi Pengendalian Operasi Dishub DIY Lazuardi membenarkan data tersebut.

Kendaraan yang keluar dari DIY mulai banyak yang meningkat, namun memang masih ada yang di dalam karena masih ada aktivitas.

"Iya, sudah mulai banyak meningkat (kendaraan keluar DIY), tapi cenderung masih ada yang aktivitas di dalam (DIY). Jadi masih banyak yang seperti acara trah dan sebagainya," katanya kepada Radar Jogja Minggu siang (14/4).

Lazuardi menjelaskan, per hari ini data kendaraan yang keluar terbanyak dibanding hari-hari sebelumnya.

Namun demikian, kendaraan yang berada di dalam DIY juga terbilang masih tinggi seperti yang ditemui di lapangan.

"Kemungkinan nanti sore baru banyak yang keluar. Sebenarnya sudah masuk puncak (arus balik) hari ini, cuma karena ada intervensi dari pemerintah untuk libur ditambah dengan WfH dan sebagainya mungkin itu bisa menurunkan puncak kita," ujarnya.

Berdasar data terakhir Dishub DIY per Jumat 12 April, total kendaraan keluar DIY berjumlah 784.182 kendaraan. Sedangkan kendaraan yang masuk berjumlah 678.334 kendaraan.

Dari jumlah tersebut, paling banyak kendaraan keluar melalui pintu timur Prambanan berjumlah 40.614 kendaraan.

Sementara, puncak di jalur Patuk Piyungan terjadi hari Jumat arah masuk berjumlah 26.076 kendaraan.

"Sedangkan jalur Tempel dan jalur Wates sama dihari Jumat. Jalur tempel hampir imbang arah masuk dan keluar 20.792 dan 20.351 kendaraan," paparnya

Laz menjelaskan lebih lanjut, masa arus balik ini justru yang perlu dikhawatirkan akan terjadi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan tertentu dibandingkan semasa arus mudik.

"Kalau di wilayah kita Jogja cenderung diarus baliknya yang tinggi, arus mudiknya tidak terlalu kita khawatirkan. Hanya beberapa titik saja yang kita monitor terlalu intensif," jelasnya.

Adapun, prediksi jalur yang dikhawatirkan terjadi kepadatan lalu lintas pada arus balik ini antara lain jalut ke arah utara yaitu Tempel dan arah timur yaitu Prambanan.

Kebanyakan kendaraan melewati dua jalur itu untuk masuk dan keluar. Selain itu, kendaraan pemudik terbanyak dari arah barat yaitu Jawa Barat dan Jabodetabek.

"Sehingga kebanyakan menggunakan tol, jalur tol yang bisa masuk dari utara sama timur Prambanan. Selama beberapa tahun ini kita monitor seperti itu karakteristiknya lewat timur paling utama, kemudian jalur utara," terangnya.

Sedangkan, untuk jalur timur disebut sudah ada perilaku dengan mengambil jalur alternatif, khususnya jalur Manisrenggo-Koroulon-Ngemplak sampai dengan Kaliurang. Jalur tersebut yang sudah meningkat sejak kemarin.

"Kalau kepadatan di kota jelas, maka ada manajemen dan rekayasa lalu lintas oleh dishub kota dan polresta. Kalau titik lain yang diluar jalur itu (yang padat), mulai dari prambanan sampai dengan Janti setiap simpang bermasalah kepadatan," tambahnya.

Pun, dari arah utara yang dikhawatirkan terjadi kepadatan seperti di simpang jika ke kanan arah Pemkab Sleman, kemudian jika ke kiri ke Jejamuran.

Kemudian dihampir sepanjang ring road utara mulai dari Gamping sampai dengan Maguwoharjo Sleman.

"Itu yang kita prediksi kemarin dan benar-benar terjadi cuman bisa diurai tidak terlalu lama terjadi kemacetan. Karena ada banyak pengendalian lalu lintas oleh jajaran kepolisian," imbuhnya.

Terpisah Kepala Dinas Perhubungan DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan, puncak arus balik sejatinya dimulai hari ini hingga Senin (15/4).

Baca Juga: Terkait Penceramah yang Ditinggal Jamaah pada Sholat Ied di Bantul karena Kritik Pemerintah, Pengamat Politik Ini Menanggapi Begini

Dari beberapa arah berdasar data lebih banyak kendaraan yang keluar DIY daripada yang masuk.

"Kami baru mantau pakai ATCS yang bisa hitung secara digital biasanya pemudik itu masuknya nggak pakai jalur utama tapi alternatif itu yang nggak bisa kami potret berapa volumenya. Makanya dari prediksi Rp 11 juta dari Kemenhub itu kok nggak sampai, mungkin bisa dikalkulasikan dr darat dan udara serta kendaraan pribadi, bis, kereta dan bandara," katanya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#dishub #DIY #libur lebaran #arus balik