Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Gunungan Diberi Bukan Dirayah Gregetnya Kurang tapi Lebih Rapi, Dipercaya Bawa Berkah Akan Dibawa ke Medan

Elang Kharisma Dewangga • Kamis, 11 April 2024 | 23:17 WIB
Seorang anak membawa hasil gunungan yang diberikan oleh abdi dalem Keraton Jogja
Seorang anak membawa hasil gunungan yang diberikan oleh abdi dalem Keraton Jogja

RADAR JOGJA - Pemudik yang baru datang ke Jogja mendapatkan pengalaman baru dengan mengikuti tradisi Garebeg Syawal.

Wanita paruh baya bernama Samsuriyani (68) warga Medan mengaku, baru pertama kalli menyaksikan tradisi grebeg di Yogyakarta.

"Dari pukul 09.00 pagi saya menunggu, dipercaya dapat membawa keberkahan, rencananya saya akan bawa ke Medan," ujar Samsuriyani ditemui di halaman Masjid Gede Kauman Jogja Kamis (11/4/2024).

Meski terhalau oleh pihak keamanan, Samsuriyani berhasil memperoleh hasil bumi dari gunungan-gunungan itu.

Di tempat yang sama, Bagus (45) warga DKI Jakarta mengatakan, sudah sering mengikuti tradisi grebeg Syawal yang digelar oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Ia mengakui ada perbedaan dalam pelaksanaannya yakni tak ada rebutan seperti sebelum-sebelumnya.

"Gregetnya kurang, tapi menurut saya lebih rapi pelaksanaan kali ini," ujar Bagus.

Menurutnya, pelaksanan rebutan gunungan merupakan waktu yang ditunggu-tunggu pada tradisi Grebeg Syawal.

"Yang hadir juga bukan hanya orang dewasa, banyak anak-anak dan lansia, jadi lebih nyaman saja," ucapnya.

Lebih lanjut, hasil bumi yang diperolehnya rencananya akan dibawa pulang ke rumah orang tuanya yang dipercaya dapat membuat kenyamanan di rumah.

"Kabarnya kalau di bawah pulang, suasana akan lebih tenang," imbuhnya. (cr6)

Editor : Heru Pratomo
#Syawal #gunungan #keraton jogja #garebeg