RADAR JOGJA - Pemudik yang baru datang ke Jogja mendapatkan pengalaman baru dengan mengikuti tradisi Garebeg Syawal.
Wanita paruh baya bernama Samsuriyani (68) warga Medan mengaku, baru pertama kalli menyaksikan tradisi grebeg di Yogyakarta.
"Dari pukul 09.00 pagi saya menunggu, dipercaya dapat membawa keberkahan, rencananya saya akan bawa ke Medan," ujar Samsuriyani ditemui di halaman Masjid Gede Kauman Jogja Kamis (11/4/2024).
Meski terhalau oleh pihak keamanan, Samsuriyani berhasil memperoleh hasil bumi dari gunungan-gunungan itu.
Di tempat yang sama, Bagus (45) warga DKI Jakarta mengatakan, sudah sering mengikuti tradisi grebeg Syawal yang digelar oleh Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Ia mengakui ada perbedaan dalam pelaksanaannya yakni tak ada rebutan seperti sebelum-sebelumnya.
"Gregetnya kurang, tapi menurut saya lebih rapi pelaksanaan kali ini," ujar Bagus.
Menurutnya, pelaksanan rebutan gunungan merupakan waktu yang ditunggu-tunggu pada tradisi Grebeg Syawal.
"Yang hadir juga bukan hanya orang dewasa, banyak anak-anak dan lansia, jadi lebih nyaman saja," ucapnya.
Lebih lanjut, hasil bumi yang diperolehnya rencananya akan dibawa pulang ke rumah orang tuanya yang dipercaya dapat membuat kenyamanan di rumah.
"Kabarnya kalau di bawah pulang, suasana akan lebih tenang," imbuhnya. (cr6)
Editor : Heru Pratomo