RADAR JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja dan Kementrian Agama (Kemenag) membagikan insentif kepada 300 kaum rois atau tokoh agama.
Masing-masing menerima Rp 1 Juta. Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menilai para tokoh agama merupakan tokoh yang penting di tengah kemajemukan masyarakat.
Harapannya, mereka menjadi ujung tombak dalam menciptakan kedamaian dan penyejuk dalam keberagaman.
"Salah satu peranananya juga menjaga dan melestarikan nilai-nilai kebudayaan yang ada," tuturnya.
Tugas pokok para kaum rois tersebut di antaranya adalah memimpin kegiatan keagamaan di wilayah. Selain itu, apabila terdapat hajatan seperti pengajian dan lainya mereka biasa bertugas untuk memimpin doa.
"Mereka berperan membantu menciptakan suasana kondusif, saling toleransi dan meredam isu yang dapat menimbulkan perpecahan di masyarakat," bebernya.
Pemkot Jogja lalu memberikan apresiasi dengan memberikan insentif sejumlah uang tersebut. Singgih juga menyampaikan peran Rois dalam menjaga kondusifitas saat Pemilu bisa dipanjutkan pada penyelenggaraan Pilkada nantinya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jogja Nadhif mengungkapkan, insentif yang diberikan kepada kaum rois merupakan bentuk apresiasi atas pengabdian mereka dalam kegiatan sosial keagamaan di wilayah. Rois telah dianggap menjadi bagaian dalam keluarga pemerintahan di Kota Jogja.
Sebagai mitra pemerintah, kaum rois juga berperan dalam melaksanakan berbagai program keagamaan di wilayah.
Salah satu kaum rois dari Kotagede, Amwan Suryadi sudah mulai aktif menjadi kaum rois sejak 2012.
Selama lebih dari 10 tahun tersebut, menjadi rois merupakan panggilan hati. “Seiring berjalannya waktu membuat saya ingin terus memberikan manfaat ke orang-orang di sekitar saya," ujarnya.(oso/din)
Editor : Satria Pradika