Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DIY hingga 29 April Masih Siaga Darurat Hidrometeorologi, Beberapa Daerah Rawan Bencana, Harus Jadi Perhatian Pemudik 

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 3 April 2024 | 14:40 WIB
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

 

RADAR JOGJA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY melakukan pemetaan ruas jalan rawan terdampak bencana. Hal ini untuk memastikan kelancaran arus mudik saat Lebaran 2024. Mengingat hingga 29 April nanti, DIY masih berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi. 


Demikian pula ruas-ruas jalan di DIY juga berpotensi lebih padat, karena prediksi Kemenhub akan ada 11,7 juta pemudik masuk Jogjakarta. Yakni selama momentum libur nasional Idul Fitri dan cuti bersama 8-15 April. 


Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad mengatakan, di DIY sampai 29 April berstatus siaga bencana hidrometeorologi. Ini meliputi potensi longsor, banjir, hujan lebat, puting beliung dan pohon tumbang. "Kita sudah petakan dari jalan yang berisiko terjadi genangan dan berpotensi longsor," katanya kemarin (2/4). 


Noviar menjelaskan, pemetaan ruas jalan berisiko itu dilakukan di empat kabupaten yakni Bantul, Kulon Progo, Gunungkidul, dan Sleman. Potensi bencana hidrometeorologi dan kecelakaan di berbagai ruas jalan itu seperti  rawan longsor, bergelombang dan berlubang, rawan banjir dan genangan. 


"Sehingga pemetaan potensi itu juga harus jadi perhatian pemudik yang datang ke Jogja. Selama di Jogja juga harus selalu perhatian karena kita masih dihadapkan dengan cuaca ekstrem yang selalu berubah-ubah," ujarnya. 


Noviar merinci beberapa lokasi rawan longsor. Di Kabupaten Bantul meliputi Jalan Imogiri-Dodogan, Patuk-Terong, Barongan-Bibal.  Kemudian di Kulon Progo di antaranya, Jalan Dekso-Klangon, Dekso-Samigaluh, Nanggulan-Tegalsari, dan Tegalsari- Klepu. 


Di Gunungkidul ruas Jalan Nglarang-Hargomulyo, Hargomulyo-Watugajah dan Panggang-Girijati.  Adapun lokasi jalan bergelombang dan berlubang di kabupaten ini yakni ruas jalan Gading-Playen, Gading-Karangtengah, Playen-Paliyan, Dodogan-Playen, Wonosari-Karangmojo-Semin, Jerukwudel-Sadeng, Sambipitu-Nglipar-Semin. 


Di Sleman jalan bergelombang dan berlubang ada di ruas Jalan Klangon-Tempel, Demakijo-Kebonagung, Jogja-Pakem-Kaliurang, Jogja-Pulowatu, Tangisan-Blaburan.  Di Bantul, jalan bergelombang dan berlubang ada di Sedayu-Pandak, Jogja-Bakulan, Imogiri-Dodogan, Sampakan-Singosaren, Palbapang-Samas. 


Sementara di Kulon Progo meliputi ruas Jalan Sentolo-Brosot, Dekso-Samigaluh-Pagerharjo, Sentolo-Pengasih, Brosot-Ngremang, Nanggulan-Tegalsari, Klepu-Siluwok, Sermo-Klepu dan Tegalsari-Klepu. 


Sementara lokasi rawan banjir dan genangan di Bantul ada di ruas Jalan Jogja-Bakulan, Sampakan-Singosaren.  Di Kulon Progo meliputi Sentolo-Brosot, Brosot-Ngremang, Klepu-Siluwok, Tegalsari-Klepu. Di Gunungkidul meliputi ruas Jalan Sambipitu-Nglipar, sedangkan di Sleman yakni Jogja-Demakijo, Jogja-Pakem dan Jogjakarta-Pulowatu. 


Mitigasi bencana yang dilakukan menyambut arus mudik Lebaran, di antaranya dengan menyiagakan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) di tiap kalurahan/kelurahan.  Saat ini sudah ada 339 FPRB di tingkat kalurahan/kelurahan tangguh bencana.


Mereka nanti di masing-masing wilayahnya ketika terjadi bencana di suatu titik, maka penanganan dilakukan oleh relawan FPRB itu, mulai dari melakukan pembersihan jalan, penebangan pohon sampai kepada pertolongan bagi masyarakat yang terkena bencana. "Selanjutnya nanti akan ditangani lebih lanjut oleh BPBD provinsi, kabupaten-kota," jelasnya. 


Dari BPBD DIJ juga membentuk posko arus mudik dan balik khusus untuk mengantisipasi jika ada bencana. Posko dimulai dari 4 hingga 16 April. Posko berada di Kantor BPBD Provinsi, dan lima kabupaten/kota. Dibantu juga oleh LSM dan komunitas yang siap untuk melakukan pencegahan bencana, satu diantaranya Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) yang akan mendirikan posko di 10 titik. 


Ada Lonjakan di Stasiun Jogja 


Sebagian pemudik telah memasuki wilayah DIY dalam sepekan terakhir, menjelang libur Lebaran 2024. Kebanyakan mereka mengawali mudik menggunakan transportasi publik. 


Plh Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sumariyoto mengatakan, para pemudik sudah terpantau lebih awal yakni mudik dengan transportasi publik.

Utamanya melalui perjalanan darat menggunakan kereta api yang mulai menunjukkan kedatangan cukup signifikan di Stasiun Jogja sejak Sabtu (30/3).

 
"Arus mudik yang sudah ada lonjakan Stasiun Tugu. Kerumunan orangnya, pergerakan, antrean, kendaraan masuk jemput, dan memang data menunjukkan sudah ada peningkatan jumlah penumpang KA," katanya kemarin (2/4). 


Meski begitu, lanjut Oyot sapaan akrabnya, belum mendapat laporan angka pasti jumlah pemudik yang masuk lebih awal ke DIJ melalui KA.  Namun kereta api disebut masih menjadi moda angkutan favorit pemudik untuk perjalanan jarak jauh. Sebab menimbang aspek keamanan dan kenyamanannya. 


Namun demikian, tiket yang tersedia untuk moda transportasi KA terbatas atau hanya sepersekian dari prediksi total 11,7 juta pemudik dengan tujuan DIY. Pemudik tak bisa sewaktu-waktu berangkat menggunakan moda transportasi ini. Sebab layanan tiket juga telah terjadwal dan lebih cepat ludes. 


"Jadi kondisi ini yang mengharuskan para pemudik lewat moda kereta api untuk mudik lebih awal ke DIY," jelasnya. 
Selain itu, pemudik yang menggunakan bus, juga terminal, masih terpantau biasa.

Namun Oyot menyebut tetap ada sedikit lonjakan penumpang, hanya belum begitu signifikan.  "Di Jombor juga belum banyak, diperkirakan nanti 7 April puncak arus mudik," terangnya. 


Terkait pantauannya terhadap kondisi jalan, hingga saat ini diklaim belum menunjukkan adanya eskalasi volume kendaraan pribadi atau umum.  "Di jalan belum, di jalan masih banyak orang lokal," tambahnya. 


Terpisah, Manager Humas Daop 6 Jogjakarta Kirsbiyantoro merinci, penumpang KA jarak jauh yang turun melalui stasiun berjumlah 13.791 orang sejak Minggu (31/3) di seluruh stasiun wilayah Daop 6 Jogja. 


"Salah satu stasiun favorit atau paling banyak dituju penumpang adalah Stasiun Jogja sebanyak 4.774 penumpang. Kemudian Stasiun Lempuyangan sebanyak 3.020 penumpang. Ini yang turun mulai 31 Maret," katanya. 


Kemudian puncak penumpang KA yang turun di Stasiun Jogja terjadi pada Jumat (5/4) sebanyak 6.297 penumpang. Dan berangsur turun hingga arus balik 21 April sebanyak 1.422 penumpang yang turun di Stasiun Jogja. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#Hidrometeorologi #BPBD DIY #daerah rawan bencana