Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Urai Kepadatan Lalu Lintas Selama Libur Lebaran di DIY, Polda Pasang Kamera Analitik di 22 Titik Simpang

Elang Kharisma Dewangga • Selasa, 2 April 2024 | 12:30 WIB

 

ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA
ELANG KHARISMA DEWANGGA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Sejumlah kamera analitik kecepatan atau speed camera akan dipasang selama arus mudik dan balik Lebaran mendatang.

Sarana ini akan digunakan sebagai basis data pelaksanaan rekayasa lalu lintas di wilayah DIY untuk mencegah kepadatan. Mengingat 11,7 juta pemudik diprediksi masuk DIY selama periode libur Lebaran.


Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, sarana itu merupakan tindak lanjut dari kerja sama Korlantas Polri dengan Polda DIY beberapa waktu lalu dan akan diterapkan pada masa mudik Lebaran nanti. Ini berbarengan dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2024 pada 4-16 April.


"Ketika operasi kita sudah terbangun melakukan kerja sama antara Polri dengan Provinsi DIY yaitu smart city berbasis keselamatan berlalu-lintas," katanya di Kompleks Kepatihan Jogja, kemarin (1/4).


Suwondo menjelaskan, implementasi dari pemanfaatan smart city berbasis keselamatan berlalu-lintas itu adalah ada 22 titik simpang yang akan dipasang kamera analitik untuk meng-counting atau menghitung jumlah kendaraan. Dan 21 titik kamera analitik bisa menghitung jumlah orang.


"Jumlah orang penting, ketika mereka keluar dari dalam gedung atau tempat wisata kemacetan apa yang akan ditimbulkan dan sebagainya. Sarana-sarana ini yang akan digunakan sebagai basis data pelaksanaan rekayasa lalu lintas," ujarnya.


Berdasar survei Kemenhub bahwa DIY adalah provinsi ke-4 jumlah pemudik terbesar sebanyak 11,7 juta yang akan mengunjungi Jogjakarta, baik untuk bersilaturahmi maupun berwisata.

Dalam upaya ini, Polda DIY juga menerjunkan sebanyak 4.864 personel untuk melaksanakan operasi ketupat mengamankan mudik Lebaran 2024.


Sasaran pengamanan difokuskan pada kegiatan buka puasa bersama, salat Idul Fitri, silaturahmi dan kegiatan lainnya dengan tempat serta waktu yang sudah ditentukan berikut konsepnya.

Adapun metode rakayasa lalu lintas yang dilakukan berdasarkan waktu dan tempat kegiatan. Sehingga tidak ada rekayasa lalu lintas yang sifatnya secara umum dilakukan sepanjang waktu operasi.

Baca Juga: Sampah di Kota Jogja Berpotensi Menumpuk Selama Libur Lebaran, Sekprov DIY: Pengolahan dan Pemilahan Sampah Harus Sudah Dimulai!


"Ada yang sifatnya hanya waktu tertentu. Misal ketika arus masuk kedatangan ke wilayah Jogjakarta maka di pintu masuk dari mulai timur, selatan, utara dari mulai Piyungan, Temon, Prambanan akan dilakukan rekayasa lalu lintas, apakah contra flow atau rekayasa lain. Namun waktunya akan ditentukan sesuai basis kebutuhan," jelasnya.


Menurutnya, kepadatan arus lalu lintas di Jogja sedikit berbeda dengan daerah lain. Berdasarkan pengalaman pada masa Lebaran 2022 dan 2023 lalu, kepadatan lalu-lintas terjadi pada hari ketiga Operasi Ketupat Progo digelar. Kepadatan terjadi di bandara, stasiun dan terminal.


"Fase tiga hari setelah operasi dan fase H+1 Lebaran dan arus balik di hari 14 setelah operasi itu, akan peningkatan masuk dan keluar. Angka keluar lebih banyak dari pada yang masuk," terangnya.


Demikian pula kendaraan yang datang akan ada tiga kali fasenya. Pertama fase tiga hari setelah operasi, fase H+1 setelah Lebaran, dan baru nanti sama-sama keluar untuk mudik di hari ke 14 operasi.

Di mana pada hari terakhir dan hari ke 8 atau setelah Lebaran akan mengalami peningkatan masuk ke wilayah Jogja.


Sekprov DIY Beny Suharsono menambahkan, kesiapan infrastruktur akan dilakukan secara optimal menjelang mudik Lebaran.

Terutama di ruas Jalan Godean dan ruas Jalan Purworejo dan Kulon Progo yang disebut rawan longsor. "Semuanya akan sesegera mungkin kami perbaiki menjelang mudik Lebaran nanti," katanya.


Beny juga memastikan stok pangan dan sembako aman sampai Lebaran selesai. Memang ada kenaikan harga beberapa komoditas seperti daging ayam dan sapi, tetapi untuk beras dan yang lain telah mengalami penurunan harga.

"H-7 memang diperkirakan ada pergeseran harga, tapi lain-lain semua stoknya aman," tambahnya. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#kepadatan lalu lintas #Provinsi DIY #Kulon Progo #jalan Godean #libur lebaran #Kamera Analitik #Purworejo