Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Urai Kepadatan Lalu Lintas, Kamera Analitik Akan Dipasang Selama Masa Libur Lebaran Hitung Kendaraan dan Orang

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 1 April 2024 | 23:08 WIB
Kendaraan bermotor melintas di Jembatan Krasak, Tempel, yang merupakan jalur masuk menuju wilayah DIJ dari sisi utara. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja
Kendaraan bermotor melintas di Jembatan Krasak, Tempel, yang merupakan jalur masuk menuju wilayah DIJ dari sisi utara. Guntur Aga Tirtana/Radar Jogja

JOGJA - Sejumlah kamera analitik kecepatan atau speed camera akan dipasang selama masa arus mudik balik Lebaran mendatang.

Sarana ini akan digunakan sebagai basis data pelaksanaan rekayasa lalu lintas di wilayah DIY untuk mencegah kepadatan di dalam wilayah Yogyakarta.

Mengingat 11,7 juta pemudik diprediksi masuk DIY selama periode libur Lebaran nanti.

Kapolda DIY Irjen Pol Suwondo Nainggolan mengatakan, sarana itu merupakan tindak lanjut dari kerja sama Korlantas Polri dengan Polda DIY beberapa waktu lalu.

Akan diterapkan pada masa mudik Lebaran nanti atau berbarengan dengan pelaksanaan Operasi Ketupat Progo 2024 yang dimulai pada 4-16 April.

"Ketika operasi kita sudah terbangun melakukan kerja sama antara Polri dengan Provinsi DIY yaitu smart city berbasis keselamatan berlalu lintas," katanya di Kompleks Kepatihan Senin (1/4).

Irjen Pol Suwondo menjelaskan implementasi dari pemanfaatan smart city berbasis keselamatan berlau lintas tersebut.

Yaitu, akan ada 22 titik simpang yang akan dipasang kamera analitik untuk meng-counting atau menghitung jumlah kendaraan.

Selain itu, 21 titik kamera analitik yang bisa menghitung jumlah orang.

"Jumlah orang penting, ketika mereka keluar dari dalam gedung atau tempat wisata kemacetan apa yang akan ditimbulkan dan sebagainya. Sarana-sarana ini yang akan digunakan sebagai basis data pelaksanaan rekayasa lalu lintas," ujarnya.

Berdasar survey Kemenhub RI bahwa Provinsi DIY adalah provinsi ke 4 jumlah pemudik terbesar sebanyak 11,7 juta yang akan mengunjungi Jogjakarta baik untuk bersilaturahmi maupun berwisata.

Dalam upaya ini, Polda DIY juga menerjunkan sebanyak 4.864 personel untuk melaksanakan operasi ketupat mengamankan mudik lebaran 2024.

Sasaran pengamanan difokuskan pada kegiatan buka puasa bersama, salat Idul Fitri, silaturahmi dan kegiatan lainnya dengan tempat serta waktu yang sudah ditentukan berikut konsepnya.

Adapun, metode rakayasa lalu lintas yang dilakukan berdasarkan waktu dan tempat kegiatan. Sehingga tidak ada rekayasa lalu lintas yang sifatnya secara umum dilakukan selama sepanjang waktu operasi.

"Ada yang sifatnya hanya waktu tertentu. Misal ketika arus masuk kedatangan ke wilayah Jogja maka dipintu masuk dari mulai timur, selatan, utara dari mulai Piyungan, Temon, Prambanan akan dilakukan rekayasa lalu lintas apakah contra flow atau rekayasa lainnya. Namun waktunya akan ditentukan sesuai dengan basis kebutuhan," jelasnya.

Menurutnya, kepadatan arus lalu lintas di Jogja sedikit berbeda dengan daerah lain.

Berdasarkan pengalaman pada masa lebaran 2022 dan 2023 lalu kepadatan lalu lintas terjadi pada hari ketiga operasi ketupat progo digelar. Kepadatan terjadi di bandara, stasiun dan juga terminal.

"Fase tiga hari setelah operasi dan fase h+1 lebaran dan arus balik mudik di hari 14 setelah operasi itu akan peningkatan masuk dan keluar. Angka keluar lebih banyak dari pada yang masuk," terangnya.

Pun kendaraan yang datang akan ada 3 kali fasenya, pertama fase 3 hari setelah operasi, fase h+1 setelah lebaran, dan baru nanti sama-sama keluar untuk mudik dihari ke 14 operasi.

Di mana, pada hari terakhir dan hari ke 8 atau setelah lebaran akan mngalami peningktan masuk ke wilayah Jogja.

"Kendaraan bisa dari Magaleng berlibur ke Jogja kembali lagi ke Magelang, atau di Solo datang ke Jogja kembali lagi ke Solo. Jadi ada difase h+2 lebaran adalah kegiatan untuk berwisata. Puncak kita nggak biwa sama dengan tempat lain, kita ada arus mudik, arus balik dan arus wisatawan masuk ke wilayah Jogjakarta," tambahnya.

Sekprov DIY Beny Suharsono menambahkan, kesiapan infrastruktur akan dilakukan secara optimal menjelang mudik lebaran.

Terutama di ruas Jalan Godean dan ruas Jalan Purworejo dan Kulon Progo yang disebut rawan longsor.

Baca Juga: Lima Khasiat Konsumsi Susu Dicampur Kunyit, Apa Aja?

"Semuanya akan sesegera mungkin kami perbaiki menjelang mudik lebaran nanti," katanya.

Beny juga memastikan stok pangan dan sembako aman sampai lebaran selesai.

Memang ada kenaikan harga beberapa komoditas seperti daging ayam dan sapi, tetapi untuk beras dan yang lain telah mengalami penurunan harga.

"H-7 memang diperkirakan ada pergeseran harga, tapi lain-lain semua stoknya aman," imbuhnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#arus mudik #speed camera #POLDA DIY #lebaran