JOGJA - Belakangan telepon genggam para tenaga pendidik lebih sering bergetar dan berdering. Gara-garanya, muncul pesan berantai melalui whatsapp mengenai kesimpangsiuran nasib ekstra kulikuler (eskul) pramuka di dunia pendidikan.
Muncul isu bahwa eskul di satųan pendidikan dihapus. Belakangan, Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024 hanya merevisi bagian Pendidikan Kepramukaan dalam Model Blok yang mewajibkan perkemahan, menjadi tidak wajib. Selain itu keikutsertaan murid dalam kegiatan ekstrakurikuler juga bersifat sukarela.
Keputusan perubahan dari kemendikbud ini menuai pro dan kontra. Beberapa pihak menolak, namun juga ada yang mendukung karena sebagai bentuk dari ketaatan sekolah pada aturan pusat.
Kepala SMAN 1 Bantul Ngadiya mengatakan, ekskul Pramuka sangat penting. Dia mengaku tidak setuju jika kegiatan pramuka dirubah menjadi sukarela apa lagi dihapus.
"Kalau kelas X wajib Pramuka, itu pendapat saya ya," kata Ngadiya Senin (1/4/2024).
Menurut dia eskul Pramuka bagi kelas X wajib, karena dari situ nilai-nilai kepribadian dan nasionalisme yang ditanamkan dapat dipegang erat.
"Untuk mendasari karakter anak kelas X," ujarnya.
Untuk kelas XI, XII eskul Pramuka bisa pilihan apakah kembali menekuni atau bisa melanjutkan. Selama ini, kata Ngadiya eskul Pramuka wajib untuk semua jenjang kelas.
"Tapi kalau (nanti) eskul Pramuka (masuk) pilihan di kelas X, XI dan XII ya, tidak tepat. Pramuka khan nilainya bagus untuk membentuk karakter, kerja keras dan yang lain," ungkapnya.
Meski demikian hingga sekarang pihak sekolah belum menerima surat resmi terkait dengan Permendikbudristek Nomor 2 Tahun 2024.
"Belum ada petuniuk teknis, kita tungga," ucapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SMAN 1 Depok Sleman Eko Yulianto menerangkan bahwa informasi yang didengar bahwa eskul Pramuka tidak dihapus namun juga tidak wajib.
"Untuk kenaikan kelas, karena eskul Pramuka wajib maka harus mendapatkan minimal B, karena wajib," kata Eko Yulianto.
Pada Kurikulum Merdeka ini eskul Pramuka bersifat sukarela. Pada prinsipnya jika tidak diwajibkan pihaknya setuju, karena eskul adalah pengembangan anak melalui kegiatan positif sesuai minat.
"Anak melakukannya dengan senang hati sehingga prinsip kesukarelaan pengembangan eskul di sekolah menjadi penting diikuti," terangnya.
Terpisah Humas Smada Wonosari Yayuk Sri Rahayu mengakui, isu mengenai eskul Pramuka sedang ramai di perbincangkan. Pun demikian dia mengaku belum bisa mengomentari.
"Di WA (WhatsApp) saya berseliweran seperti itu (isu eskul Pramuka dihapus dan tidak wajib)," kata Yayuk Sri Rahayu. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin