Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

DLHK DIY Angkut Sampah di Depo Jogja Jelang Mudik Lebaran, Upaya Kurangi Volume yang Menumpuk

Winda Atika Ira Puspita • Minggu, 31 Maret 2024 | 00:00 WIB
MENUMPUK: Pengendara motor melintasi depo sampah pengok, Gondokusuman, Jogja, beberapa waktu lalu.
MENUMPUK: Pengendara motor melintasi depo sampah pengok, Gondokusuman, Jogja, beberapa waktu lalu.

JOGJA - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY melakukan pengangkutan khusus untuk Kota Jogja, ini dalam rangka menyambut pemudik masuk wilayah DIY.

Upayanya adalah setidaknya mengurangi volume sampah yang menumpuk di seluruh depo wilayah Kota Jogja.

Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo mengatakan, pengangkutan khusus sudah dilakukan mulai akhir Maret ini hingga 3 April mendatang untuk mengosongkan depo-depo sampah di Kota Jogja.

Setidaknya mengurangi volume sampah yang menumpuk di depo.

"Karena bagaimanapun lebaran ini kan mestinya sedulur-sedulur pada mudik pulang ke Jogja kan kami juga tidak akan menyajikan terkait dengan lroblem persampahan ini," katanya kepada Radar Jogja Sabtu (30/3).

Kusno menjelaskan upaya pengosongan walaupun belum sepenuhnya itu berdasar hasil komunikasi dengan Kota Jogja.

Di mana, pemerintah kota sebelumnya melakukan pengajuan untuk pengosongan sampah di depo-depo Kota Jogja.

Praktis, pengangkutan khusus sampah dilakukan untuk kota.

Total depo di Kota Jogja berumlah sekitar 8 depo. Salah satu yang memiliki volume sampah terbesar berada di depo sekitar Mandala Krida Jogja.

"Di Jogja ada depo-depo yang untuk mengumpulkan, menampung sampah mulai kita kurangilah untuk volumenya. Dan, kuota (pembuangan sampah) untuk Jogja kita tambahkan. Itu dimulai dari akhir amaret ini sampai 3 April," ujarnya.

Adapun, kuota tambahan untuk pengangkutan sampah di Kota adalah sebanyak 150 ton.

Jumlah ini bukan per hari, melainkan akumulasi selama akhir Maret sampai 3 April.

Di mana, kuota pembuangan sampah ke TPST Piyungan sebelumnua 350 ton per hari untuk 3 kabupaten/kota.

"Kuota tambahan ini untuk pengurangan di depo-depo khusus menjelang Idul Fitri. Kita mengakomodasi kondisi kota ada penambahan 150 ton sampai 3 April, yang sebelumnya 133 per day-nya," jelasnya.

Menurutnya, setelah pengangkutan khusus itu DLHK DIY tetap akan melakukan evaluasi untuk melihat kondisi selanjutnya sekaligus paska Lebaran.

Namun demikian, terkait desentralisasi mandiri sampah Kusno menyebut masih tetap sesuai rencana pada pertengahan April mendatang.

Sebab, per 15 April TPST Piyungan mulai ditutup permanen.

"Kalau desentralisasi tetap pelaksanaan di pertengahan April setelah tanggal 15 (April) itu tetap kita inventarisasi pengolahan sampah secara penuh oleh teman-teman di kabupaten/kota," tambahnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#DLHK #pemudik #Sampah #DIY