Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Datang sejak Pagi ke Lapangan Sewandanan Pakualaman untuk Bisa Tukar Uang Baru Maksimal Rp 4 Juta

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 26 Maret 2024 | 14:00 WIB

 

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Antusiasme masyarakat untuk menukarkan uang sebagai persiapan Lebaran relatif tinggi. Mereka rela antre dari pagi hingga siang hari untuk mendapatkan pecahan uang yang diharapkan di Lapangan Sewandanan, Pura Pakualaman, Jogja, kemarin (25/3).


Namun banyak warga yang merasa kurang puas dari program Bank Indonesia (BI) ini. Pasalnya, sistem pendaftaran yang dibagi menjadi dua jalur yaitu offline dan online membuat kuota cepat full dan tidak mendapat antrean.


"Kami harus antre dulu. Ini tadi kan online, tapi kok gak bisa, makanya offline dan harus ambil antrean lama," ujar Surti, salah seorang peserta penukaran uang saat ditemui di sela antre.


Ia mengaku datang sejak pagi di Lapangan Sewandanan Pura Pakulaman. Dalam penukaran uang ini, para penukar diberi batas maksimal Rp 4 juta. "Itu pun ketentuan pecahnya dari BI. Jadi kita ngikut sana. Tidak bisa milih pecahan berapa," tambahnya.


Sebelumnya, Surti menukarkan uang langsung melalui bank di lokasi terdekat dari rumahnya. Ia baru kali ini merasakan penukaran uang dengan model seperti itu. "Tadi saya juga sudah daftar online, tapi (sistemnya) tidak bisa. Saya langsung ke sini dan sama bapaknya diarahkan offline," jelasnya.

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA


Skala prioritas pelayanan memang lebih diutamakan kepada para pendaftar online. Artinya pendaftar online lebih didahulukan daripada pendaftar offline. "Rumit Mas, kalau untuk orang tua susah. Lebih enak yang kemarin lewat bank, walaupun antre lama tapi bisa milih pecahan nominalnya," tambahnya.


Sementara itu, Warga Sleman yang ikut menukar uang, Clara mengaku tidak mendapatkan nomor kuota antrean baik offline maupun online. Ia mendaftar lewat web BI Pintar tetapi kuota di situ selalu penuh. "Tahun kemarin untuk kuota offline tidak dibatasi. Untuk saat ini dibatasin per hari 50 orang untuk offline," ujarnya.


Ia mengaku kesulitan dalam "war" pendaftaran penukaran uang secara online. Ia dari tahun kemarin selalu tidak kebagian kuota. "Jadi hari ini sampai 28 keterengan di HP saya sudah penuh semua. Padahal masih tiga hari lagi," tandasnya.


Plt Kepala Seksi Pengelolaan Uang Rupiah BI DIY Sukoco mengatakan, titik layanan penukaran uang dari BI dilaksanakan di seluruh kabupaten/kota. Informasi itu bisa dilihat pada jadwal penukaran uang di media sosial BI.

Baca Juga: Terjadi Disparitas Angka Cukup Jauh, Jadikan Capaian iBangga DIY Belum Maksimal, Paku Alam X: Butuh Pendekatan Local Wisdom


"Saat ini di perbankan bisa menukar kalau 2024 yang kita berikan kepada masyaakat yang layak edar. Dalam artian masyarakat biasanya habbit kulturnya uang baru. Yang kita ingin edukasi tidak harus baru, tapi layak edar," jelasnya.


Aturan penukaran uang pecahan itu telah ditentukan, maksimal Rp 4 juta. Rincianya, mulai pecahan Rp 50 ribu sebanyak 20 lembar, Rp 20 ribu sebanyak 50 lembar, Rp 10 ribu sebanyak 100 lembar, Rp 5 ribu sebanyak 100 lembar, Rp 2 ribu sebanyak 200 lembar dan Rp 1000 sebanyak 100 lembar.


"Satu orang itu satu bendel supaya pendistribusian ke masyarakat merata. Strategi kita batasi satu orang satu bendel kita asumsi satu bendel 100 lembar itu sudah lebih dari cukup," ujarnya.


Untuk penukaran uang bagi masyarakat tidak harus menukar maksimal Rp 4 juta. Dia mencontohkan masyarakat bia menukarkan uang di bawah angka Rp 4 juta dan mendapatkan pecahan uang sesuai yang diinginkan. "Mau diambil paket Rp 4 juta boleh, kurang dari itu boleh tapi kalau lebih tidak boleh," tandasnya. (oso/laz)

Editor : Satria Pradika
#persiapan lebaran #tukar uang #pura pakualaman #bank indonesia