RADAR JOGJA - Volume sampah di DIY meningkat selama Ramadhan. Peningkatan terjadi dibandingkan hari-hari sebelum memasuki Ramadhan. Tentu volume sampah itu akan dinamis kenaikannya karena juga akan menghadapi libur Lebaran.
Masa libur Lebaran 2024 di DIY diprediksi tidak hanya didatangi pemudik. Melainkan juga para pelancong atau wisatawan yang ingin liburan. Oleh karena itu, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY akan menyerahkan pengelolaan sampah ke masing-masing kabupaten/kota.
Kepala DLHK DIY Kusno Wibowo menyampaikan, peningkatan volume sampah selama Ramadhan mencapai sekitar 5-10 ton. Menurutnya, peningkatan ini mampu selesai diurai di masing-masing kabupaten atau kota. Meski ada peningkatan tidak berdampak terhadap TPST Piyungan.
"Tidak jadi masalah karena untuk pembuangan Kota Jogja ke TPST Piyungan masih sama 350 ton per hari walaupun ada kenaikan," katanya kemarin (22/3). Menurutnya, menghadapi Lebaran DLHK DIY tetap melakukan koordinasi dengan kabupaten/kota. Dia akan mengupayakan agar tidak terjadi penumpukan sampah hingga menjadikannya viral.
Kusno mengaku sudah memiliki skenario agar tidak terjadi penumpukan sampah walaupun libur panjang. Skenario yang sedang disiapkannya adalah dari jauh-jauh hari sebelum Lebaran, saat awal April dilakukan pengetatan sampah yang masuk ke depo atau ke TPST. Apabila ada penumpukan akan dilakukan penambahan kuota sampah yang diangkut ke TPST Piyungan.
Menurutnya, ketika Lebaran diperkirakan kenaikan volume sampah sekitar 15-30 ton per hari. Meski lebih meningkat dibanding Ramadhan, angka itu dinilainya bukan kenaikan yang terlalu signifikan.
Namun itu masih angka perkiraan, bukan jumlah pasti kenaikannya. Awal April DLHK DIY akan koordinasi dengan di tingkat kabupaten/kota. TPST Piyungan kondisinya belum ditutup dan tetap dibuka sampai pertengahan April yang sehari menampung 350 ton.
Pengelolaan sampah ketika Lebaran 2024 tentu ada perbedaan dengan tahun sebelumnya. Itu karena kondisi sekarang TPST Piyungan sudah tidak bisa menampung seperti tahun sebelumnya. Oleh karena itu, Kusno berupaya menjaga lonjakan sampah sehingga tidak bertumpuk di banyak titik. (rul/laz)