Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Buruh Gendong dan Tukang Becak Pasar Beringharjo Belajar Iqro, Senang karena Sambil Bekerja Dapat Pahala

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 23 Maret 2024 | 13:00 WIB

 

GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

RADAR JOGJA - Sekitar 60 buruh gendong dan tukang becak di sekitar Pasar Beringharjo Jogja berkumpul untuk belajar huruf Hijaiyah dalam program Iqro Club Buruh Gendong Mengaji. Mereka mengaku senang karena di sela bekerja bisa belajar Iqro, apalagi di bulan Ramadan.


Di depan posko buruh gendong Pasar Beringharjo, nampak ibu-ibu yang mayoritas usia senja itu antre berderet menunggu giliran. Seperti mengingatkan kegiatan anak-anak TPA di langgar atau musala di kampung. Mereka duduk rapih menunggu antrean depanya selesai membaca Iqro atau kibar yang dipandu para ustadah.


Misalnya Jumini, 58, wanita asal Kulon Progo ini menjadi buruh gendong di Pasar Beringharjo sudah 20-an tahun. Di sela dirinya menunggu orderan jasa gendong, ia memutuskan untuk mengikuti belajar membaca Alquran.


"Program ini sudah ada sekitar lima tahun. Tidak hanya saat Ramadan, tetapi seminggu sekali setiap Jumat siang pasti diadakan," ujarnya.


Ia mengaku selama tidak berhalangan hadir selalu mengikuti program ini. Materi yang diajarkan yaitu membaca Iqro, doa-doa dan bacaan salat.


"Saya ikut ngaji karena memang senang dan masih belum bisa baca Iqro. Jadi pokoknya supaya jadi bisa. Selain mencari rejeki, juga cari pahala di bulan Ramadan," tuturnya.


Tim Kibar Jogja yang bertanggung jawab kepada para pengajar program, Iwan Rustiawan menambahkan latar belakang tercetusnya program ini untuk memberdayakan para buruh gendong dan tukang becak.

Fokus pemberdayaan itu dalam hal rohanian keagamaan. "Maka masuklah ide pembelajaran Alquran. Kami bekerjasama dengan BMT Beringharjo dalam pelaksanaanya," ujarnya.


Tim Kibar Jogja diminta mendampingi para buruh gendong dan tukang becak oleh BMT dalam program itu. Maka kesepakatanya adalah program ini diadakan setiap hari Jumat, pukul 12.45 - 14.15.


"Sebelum pandemi kita juga mengadakan program wisuda untuk peserta. Tujuanya semua peserta yang sepuh lebih semangat dan termotivasi untuk belajar mengaji," tuturnya.


Tanda peserta sudah siap diwisuda adalah ketika buku kibar cek telah diselesaikan. Kibar merupakan metode belajar Alquran hasil inovasi dari metode Iqro.


"Bedanya cuma di jumlah jilid. Kalau Iqro ada enam jilid kalau, sementara Kibar cuma tiga yaitu Kibar A,B dan C. Jadi lebih cepat selesai," bebernya.


Iwan menyampaikan animo peserta program cukup tinggi. Mereka merasa mendapatkan fasilitas untuk belajar Alquran. "Buktinya total ada 40-an ibu-ibu buruh gendong dan sekitar 20-an tukang becak yang aktif," jelasnya. (oso/laz)

 

Editor : Satria Pradika
#Buruh Gendong Ngaji #pasar beringharjo #buruh gendong #tukang becak #Bulan Ramadan