RADAR JOGJA - Minat terhadap bisnis jual-beli properti khususnya rumah di Daerah Istimewa Jogjakarta (DIY) lesu di triwulan pertama 2024. Konsumennya masih sebatas survei tempat rumah dan masih wait and see.
Tidak langsung membeli atau memberikan uang muka tanda jadi. Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Ilham Muhammad Nur menyampaikan, konsumen masih wait and see karena sekarang kebetulan bertepatan bulan suci Ramadan.
Menurutnya, dalam momen itu yang diutamakan pemenuhan kebutuhan sehubungan dengan Ramadhan. Seperti kebutuhan pokoknya sehingga menambah budget kebutuhan pangan.
Selain itu, faktor lainnya konsumen masih wait and see karena ada kebutuhan sandang pakaian menjelang lebaran. Ditambah kebutuhan sosial karena silaturahmi dengan adanya harus mudik.
Kunjungan ke lokasi banyak. Tapi belum melakukan transaksi. “Jadi ada kunjungan banyak tentu itu data positif," katanya, kemarin (19/3).
Menurutnya, seseorang yang hendak membeli rumah kalau benar-benar berniat membeli pasti akan mengunjungi lokasi. Sebaliknya, kalau tidak terlalu niat biasanya hanya tanya-tanya saja lewat WhatsApp.
Diharapkan, konsumen yang wait and see ini seusai lebaran bisa melakukan transaksi. Ilham menilai kondisi itu dapat terjadi karena sudah ada kepastian presiden terpilih.
"Masyarakat yang kondisi keuangannya tergantung sekali kepada kondisi politik akan lebih nyaman dia untuk berinvestasi," imbuhnya. Pada triwulan 2024 ini kondisinya berbanding terbalik dengan triwulan pertama 2023.
Triwulan pertama 2023 lebih baik dibading sekarang karena tidak ada momen Pemilu 2024. Namun, dia tidak dapat memastikan perbedaannya seperti apa. Diperkirakan triwulan 2024 ini sekitar 20-30 persen menurun dibanding triwulan pertama 2023.
Faktor politik dan bertepatan Ramadan menuju lebaran sangat berpengaruh sekali pada triwulan sekarang. Itu karena berdasarkan tingkat pertumbuhan ekonomi tidak ada perbedaan.
Semestinya kondisinya tidak banyak berubah di triwulan pertama 2024 ini. Ilham sangat berharap bisa terjadi transaksi positif dalam bisnis jual beli rumah di DIY di triwulan-triwulan selanjutnya.
Sementara itu, menurutnya, kawasan DIY bagian barat sedang menjadi perhatian konsumen di triwulan pertama ini. "Seperti Gamping, Godean, Moyudan di Bantul Sedayu dan Pajangan jadi tujuan," ungkapnya.
Range harganya di titik tersebut sekitar Rp 200 juta hingga Rp 1 Miliar. Wilayah Sedayu dan Pajangan menjadi kawasan rumah yang kisarannya paling murah. Sedangkan di Gamping yang paling mahal ada yang mencapai Rp 1 Miliar. (rul/din).
Editor : Satria Pradika