JOGJA - Gubernur DIY Hamengku Buwono X angkat bicara soal kerusakan ruas Jalan Godean-Ngapak yang didemo warga sekitar Minggu (17/3) karena puluhan tahun tak diperbaiki.
Dinas terkait diminta memperbaiki, jika belum ada anggaran dilakukan penambalan dulu.
HB X mengatakan, perbaikan atau peningkatan Jalan Godean masih berproses.
Pada prinsipnya telah masuk proses lelang. Pekerjaannya menjadi tanggung jawab provinsi.
"Kan itu sudah dilelang, baru dilelang selesai nanti awal April. Iya diambil provinsi (pekerjaannya)," katanya ditemui di Kantor DPRD DIY Selasa (19/3).
Raja Keraton itu menanggapi keluhan dan demo yang dilakukan warga yang tergabung dalam Forum Jaga Warga Moyudan dan Minggir.
Warga menilai jalan yang rusak puluhan tahun itu tak ada perhatian pemerintah. Padahal sering menelan korban jiwa.
"Ya diperbaiki yang penting ki tambal dulu, kalau anggarannya belum ada supaya tidak ada yang kejeglong (jatuh)," ujarnya.
HB X tak menampik, jika perbaikan jalan provinsi yang rusak itu masih terkendala akibat keterbatasan anggaran.
Di samping itu, waktunya juga harus menyesuaikan dengan perencanaan anggaran di bulan tertentu saat penyusunan APBD.
"Perbaikan kan nanti tergantung waktunya anggaran, kalau belum ada waktunya anggaran kan juga susah, tapi yang penting ditambal dulu kalau hujan tidak ada korban, orang kan belum tentu tau kalau itu berlubang," jelasnya.
Terpisah, Ketua DPRD DIY Nuryadi mengatakan, perbaikan Jalan Godean yang rusak itu sudah dianggarkan oleh Komisi C kepada Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Energi Sumber Daya Mineral (DPUPESDM) DIY untuk diperbaiki.
Namun, jalan yang diperbaiki baru sepanjang 1,5 kilometer.
Sebab, masih terkendala dengan keterbatasan anggaran.
Namun demikian, setidaknya kemampuan anggaran DIY masih bisa dialokasikan kepentingan perbaikan tersebut meski bertahap.
"Kemampuan anggaran di DIY kita coba berikan pada masyarakat, hanya kebutuhan satu per satu itu sulit, mesti ada keseimbangan. Dan paling tidak jalan yang punya kabupaten kita selesaikan kan. Jadi kelihatan yang punya provinsi seperti apa dan pusat seperti apa. Jika kami ada kendala kita juga minta bantuan ke pusat untuk perbaiki jalan yang rusak," tambahnya. (wia)