JOGJA - Komposter Lodong Sisa Dapur (Losida) telah familiar dan banyak digunakan di kota Jogja khususnya disetiap Bank Sampah wilayah. Seperti halnya di Kelurahan Muja Muju, pencanangan Losida dimulai sekitar bulan Januari 2024, kini sekitar 200 Losida telah tersebar di rumah warga Muja-Muju.
"PT. SGM dan LSM Shind bekerjasama dengan Kelurahan Muja Muju mempunyai program yaitu memberikan Losida ke bank sampah yang lokasinya berada dekat dengan Gedung SGM," ujar Fasilitator Sampah Kelurahan Muja Muju, Kota Jogja Fraksiyati, Senin (18/3/2024).
Losida merupakan kependekan dari Lodong Sisa Dapur. Artinya adalah tempat untuk menaruh atau membuang sisa atau sampah dapur rumah tangga (organik). Losida merupakan metode pengomposan yang menggunakan paralon yang dibuat sedemikian rupa hingga bisa untuk menghasilkan pupuk organik padat.
"Itu dari paralon panjangnya sekitar 1-1.5 meter. Untuk diameternya 15-20cm. Untuk yang (pemberian) panjanganya 1.5 meter," tuturnya.
Pendistribusian Losida dilakukan secara bertahap yaitu mulai area terdekat SGM yang disebut ring satu. Bank sampah Bersih Indah, Lestari dan Sido Bali Kencana yang termasuk dalam ring satu.
"Selanjutnya ring dua yaitu di RW 11 yaitu Masdarling, RW 7 Melati Indah dan RW 4 yaitu Sodaqoh Sampah," jelasnya.
Setelah ring satu dan dua selesai, maka selanjutnya akan menyasar di ring tiga. Bank sampah di ring tiga tersebut diantaranya Bali Indah di RW 5, Sinarmas RW 6 dan RW 3 Milkid (miliran kidul).
"Pokokya sampai ring empat juga ada, yaitu RW 1 Rilo Makarto, RW 2 Tanjung Asri Ayu," jelasmya.
Dengan kondisi sampah kota jogja khususnya Muja Muju yang relatif banyak, Fasilitator Sampah di kampung tersebut giat dalam mengantisipasi penumpukan sampah. Sudah ada rencana pengelola sampah di Kelurahan untuk pengajuan program Losida.
"Tadinya mau mengajukan untuk program kampung, kok ndelalah ada komunikasi dengan pihak shind dan sgm juga sudah merencanakan hal itu di CSR nya," bebernya.
Di muja muju sendiri terdapat 17 bank sampah yang tersebar di 12 RW. Pada desember 2023 terdapat penambahan bank sampah di kelurahan muja muju.
"Total ada lima yaitu di RW 2 tambah 1 bank sampah dan RW 12 tambah 4 bank sampah," tandasnya.
Jumlah losida yang diberikan sebanyak 100 losida Bank Sampah di ring satu yaitu RW 08, RW 09 dan RW 10. Bank sampah tersebut diantaranya Bank Sampah Sidobali Kencana, Bersih Indah dan Lestari.
"Posisinya saat ini 100 tersebut sudah tertanam dan sudah difungsikan. Terakhir itu di RW 10 Bank sampah Lestari juga sudah datang 100 losida," katanya
"Targetnya kemungkinan disetiap bank sampah akan diberikan losida," imbuhnya.
Sementara itu, Wakil Ketua Forum Bank Sampah Kota Jogja, Sri Martini menambahkan program Losida di Muja Muju merupakan hasil pencanangan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT. Sarihusada Generasi mahardika (SGM) yang dalam pelaksananya didampingi oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Shind dan Bank Sampah Induk (BSI) Kota Jogja. Losida sistemnya seperti Biopori hanya beda penempatan.
"Kalau biopori di tanam di bawah permukaan tanah, kalau Losida ditanam di atas permukaan tanah (numpang di pot)," ujarnya.
Losida diperuntukan khusus untuk sampah organik sisa dapur. Sampah bisa langsung dimasukan melalui lubang atas Losida, cara kerjanya sama dengan biopori.
"Hasilnya berupa pupuk organik padat. Cara panenya diangkat losidanya lalu di tuang (kompos di dalam paralon) untuk di anginkan, jika sudah kering bisa diayak," jelasnya.
"Semua wilayah di kota Jogja sudah menggunakannya (Losida)," imbuhnya.
Sebagai tambahan informasi, hasil pupuk dari losida nantinya akan difungsikan untuk pupuk organik tanaman yang ditanam di bantaran sungai gajah wong (legawong). Masyarakat sekitar sana menanam berbagai macam tanaman seperti apotik hidup dan warung hidup. Selain itu, pupuk tersebut juga dimanfaatkan untuk tanaman hias milik rumah tangga. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin