JOGJA - Meski terjadi peningkatan volume sampah saat Ramadan, kuota pembuangan sampah ke TPST Piyungan tetap dibatasi 350 ton per hari.
Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) juga menerapkan kebijakan insidental pengangkutan khusus sikapi depo membludak di Kota Jogja.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY Kusno Wibowo mengatakan, momentum ramadan ini terjadi peningkatan sampah meski tak signifikan.
Namun, pembuangan sampah ke TPST Piyungan tetap dengan kuota pembatasan 350 ton per hari.
"Memang ramadan dan di lebaran ada peningkatan tapi kami melihat tidak banyak, angkanya masih bisa terkendali. Nggak banyak hanya kota saja yang kelihatan, Sleman dan Bantul nggak kelihatan," katanya Senin (18/3).
Menurutnya, kesadaran masyarakat dinilai cukup baik untuk mengolah sampah. Pemerintah kabupaten juga mulai meningkatkan pengolahan di TPS 3R.
Hal ini terbukti ada sinergi antara masyarakat dengan pemerintah untuk mengolah sampah.
"Kita juga koordinasi dengan pemkot Jogja soal antisipasi sampah menghadapi lebaran. Kami selalu evaluasi nanti di akhir Maret kita lihat dan awal April evaluasi juga dan melihat ke lokasi bersama seperti apa menunjukkan desentralisasi pertengahan April," ujarnya.
Pun kebijakan khusus pengangkutan sampah di bulan ramadan ini juga diberlakukan DLHK DIY.
Hal ini untuk mensikapi timbulan sampah yang terjadi di beberapa TPS Kota Jogja.
"Memang ada permintaan angkutan khusus, kita buka tapi sesuai dengan hitungan dan evaluasi kami. Mudah-mudahan nggak ada masalah dan dengan diskusi bisa menyelesaikan pelan-pelan," jelasnya.
Kusno menyebut rencana desentralisasi masih sesuai jadwal awal.
Meski ada penundaan pemanfaatan lahan sebagian TPST Piyungan seluas 2.600 meter persegi untuk pengolahan Refuse Derived Fuel (RDF) Kota Jogja, pemakaiannya tetap dilakukan.
Hanya belum dapat dipastikan waktunya, sebab masih dalam tahap negosiasi oleh Pemkot Jogja dengan warga dan wilayah setempat.
"Tapi masih ditunda karena ada penolakan warga dan izin belum selesai," terangnya.
Kusno menjelaskan, desentralisasi mandiri sampah masih sesuai jadwal. Sesuai perhitungan matematisnya, TPST Piyungan diperkirakan penuh pada 15 April mendatang.
Dengan asumsi per harinya masih menampung 350 ton sampah per hari dari Sleman, Bantul, dan Kota Jogja.
Pun soft launching atau kesepakatan bersama 3 wilayah Kartamantul itu telah dilakukan belum lama ini.
Maka desentralisasi mandiri sampah secara penuh diprediksi dilaksanakan akhir April.
"Hitungan kami di pertengahan (April) sudah penuh. Setelah itu baru mulai, kan surat Gubernur sudah Oktober 2023 lalu artinya sudah 6 bulan persiapan ke sana (desentralisasi)," tambahnya.
Namun demikian, sembari mempersiapkan desentralisasi penuh dan dialog dengan warga sekitar selesai untuk memakai lahan pinjam pakai tersebut, Kota Jogja disebut telah menyiapkan solusi plan B.
Yakni, dengan meningkatkan TPST di beberapa tempat untuk menghandel yang di TPA Piyungan sembari menunggu izin dari wilayah untuk pemanfaatan lahan.
"Maka di titik-titik tertentu ditingkatkan kapasitasnya dengan meningkatkan operasional," imbuhnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad