Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada 4.000 Perawat di Kota Jogja, Pemkot Wacanakan Satu Kampung Satu Perawat

Agung Dwi Prakoso • Senin, 18 Maret 2024 | 15:50 WIB
Penjabat Walikota Jogja memberikan Penghargaan kepada sejumlah perawat di Kota Jogja dalam peringatan HUT PPNI ke-50. (Agung Dwi Prakoso/ Radar Jogja)
Penjabat Walikota Jogja memberikan Penghargaan kepada sejumlah perawat di Kota Jogja dalam peringatan HUT PPNI ke-50. (Agung Dwi Prakoso/ Radar Jogja)

RADAR JOGJA - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kota Jogja mengeluarkan wacana program satu kampung satu perawat. Hal itu disampaikan bersamaan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke- 50, kemarin (17/3).

Ketua DPD PPNI Kota Jogja Subworo Hadi mengatakan, saat ini terdapat sekitar 4.000 perawat di Kota Jogja.

Namun, dari seluruh jumlah perawat tersebut belum semuanya mendapatkan pekerjaan. Memang ada yang sudah mapan di rumah sakit atau institusi terkait.

”Tetapi ada juga yang fresh graduated yang berjuang menunggu lowongan pekerjaan," ujarnya.

Dengan diterimanya program satu kampung satu perawat tersebut pihaknya merasa lega karena Pemkot Jogja juga memberikan respons positif.

Menurutnya, hal tersebut dapat membantu membuka peluang perawat di Kota Jogja dalam dunia kerja.

"Kompetensinya jelas memadahi. Kami di PPNI menyiapkan anggota kami untuk memenuhi. Nanti, masuknya pun bisa diseleksi," pungkasnya.

Wacana tersebut diterima baik oleh Penjabat Wali Kota Jogja Singgih Raharjo karena keberadaan perawat dinilai cukup penting.

“Wacana tersbut merupakan ide yang bagus dan nanti akan kami diskusikan dan kami programkan," ujarnya.

Menurutnya, perawat termasuk ujung tombak dalam peran tenaga kesehatan. Oleh karena itu, tidak hanya di rumah sakit tetapi peran perawat juga bida di aplikasikan di kampung atau masyarakat.

"Perawat memang dekat dengan masyarakat, sehingga apabila program satu kampung satu perawat saya kira Kota Jogja akan bisa memenuhi itu," tuturnya.

Baca Juga: Lebaran di Low Season, Okupansi Hotel Landai, Pemkab Bantul Tak Patok Target Tinggi

Kedekatan masyarakat dengan perawat digambarkan okeh Singgih ketika terdapat suatu masalah kesehatan di kampung biasanya masyarakat akan meminta bantuan kepada salah seorang perawat yang rumahnya terdekat.

Apalagi jika lokasi dokter atau Puskesma yang jauh, program tersebut menjadi solusi.

"Itu kami coba programkan,sekaligus untuk menguatkan posyandu dalam pendampingan gizi, menurunkan prevalensi stunting, bisa  diperbantukan di situ," tambah Singgih.

Singgih menilai usia tersebut merupakan usia yang matang bagi suatu organisasi. Artinya, kompetensi dan skill teknis para anggotanya sudah tidak dipertanyakan lagi. Soft skill yang dimaksud adalah fokus pada pelayanan para perawat kepada pasienya. Ia menilai ketika pelayanan seorang perawat memuaskan dan mencerminkan Jogja yang berbudaya maka itu menjadi energi positif yang mendukung pasien agar cepat sembuh. "Jadi pasien bisa merasakan sopan dan santunya service para perawat," kelakarnya. (oso/din)

 

Editor : Satria Pradika
#perawat #PPNI Kota Jogja