Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Stabilisasi Harga dan Pasokan Bahan Pangan, Disperindag DIY Operasi Pasar Berkala saat Ramadan Hingga Jelang Idul Fitri

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 14 Maret 2024 | 20:28 WIB
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Syam Arjayanti.  Radar Jogja File
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Syam Arjayanti. Radar Jogja File

JOGJA - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY gencar melakukan operasi pasar (OP) menyusul melambungnya harga bahan pangan memasuki bulan ramadan.

Perdana sasaran OP dilakukan di tiga titik pasar tradisional Gunungkidul Rabu (13/3).

Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti mengatakan, OP menyasar langsung para pedagang. Di Gunungkidul ada tiga pasar yang disasar yakni Pasar Wonosari, Semin, dan Playen.

"Sudah terserap sesuai rencana, jumlahnya tidak sama masing-masing pasar. Operasi pasar Wonosari misalnya sebanyak 10 ton," katanya Kamis (14/3).

Syam menjelaskan komoditas OP tidak semuanya pasar tradisional sama. Pilihan komoditas bahan pokok untuk OP itu disesuaikan dengan permintaan para pedagang.

Instansi ini bekerjasama dengan 7 distributor untuk menggelar OP di lima kabupaten/kota di DIY.

Komoditasnya bermacam-macam ada beras medium, beras premium, gula pasir, tepung terigu, telur ayam dan minyak goreng.

"Njih menyesuaikan yang diminta pedagang. Jumlahnya juga tidak sama, nanti (OP) di semua lima kabupaten/kota (sesuai permintaan)," ujarnya.

Adapun, jadwal OP selanjutnya akan dilakukan di Bantul sebanyak 4 ton gula pasir pada Jumat (15/3).


Menurutnya, terkait ketersediaan pasokan beberapa komoditas tersebut masih mencukupi.

Pihaknya selalu memantau pasonan dan keliling bersama satgas pangan tidak hanya di pasar tradisional juga di supermarket dan retail.

"Kemudian kegiatan kita terus menerus ada operasi pasar, pasar murah untuk ramadan dan menjelang idul fitri terus muter kita giatkan," jelasnya.

Dia menyebut harga bahan pokok memang masih tinggi di bulan ramadan ini utamanya beras.

Paling murah diharga Rp 14 ribu per kilogram jenis medium, sementara untuk beras premium antara Rp 16 hingga Rp 17 ribu per kilogram.

Meski begitu, di beberapa titik di DIY disebut sudah memulai panen. Diharapkan ini bisa menambah pasokan beras dari DIY.

"Terkait harga, memang ada harga relaksasi yang untuk beras premium kan ada surat edarannya itu. Itu memang istilahnya kayak nututi layangan pedot ya karena memang hrganya di pasar sudah tinggi itu berlaku sampai akhir ini," tandasnya.

Komoditas lain yang masih tinggi di DIY berdasar pergerakan harga dari link https://sp2kp.kemendag.go.id seperti cabai merah besar diangka Rp 86.900 per kilogram, cabai rawit merah Rp 59.800 per kilogram, cabai merah keriting Rp 59.600 per kilogram.

Kemudian diikuti telur ayam ras diangka Rp31.100, daging ayam ras mencapai Rp 39 ribu per kilogram, gula pasir Rp 17.100 per kilogram.

"Di pantauan kita kemaran juga mencapai Rp 39 ribu per kilo (daging ayam)," tandasnya.

Syam memastikan tak ada penimbunan pada kalangan distributor untuk menggaruk keuntungan pribadi.

Sehingga, stok di tingkat distributor cukup untuk memenuhi pasokan langganan mereka.

"Kita kemarin langsung keliling untuk satgas pada saat harga tinggi di beberapa titik dan nggak ada ditemukan penimbunan," tambahnya.

Masyarakat dihimbau tidak melakukan pembelian secara berlebihan di bulan puasa ini. Stok komoditas bahan pangan di DIY masih mencukupi.

Pun pemprov selalu berkomitmen mencukupi kebutuhan bahan pangan masyarakat.

Saat bulan puasa juga diimbau tidak mengkonsumsi secara berlebihan.

"Bagi pedagang juga jangan terlalu aji mumpung. Tidak usah ketakutan nggak kebagian stok kita mencukupi," imbuhnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#operasi pasar #harga bahan pangan #Disperindag DIY