Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Peringati Hari Jadi Ke-269 DIY, untuk Ekonomi Bergulir Ada 60 Kegiatan Digelar hingga Tingkat Kelurahan

Adib Lazwar Irkhami • Rabu, 13 Maret 2024 | 15:15 WIB

 

 

Humas Provinsi untuk Radar Jogja
Humas Provinsi untuk Radar Jogja

RADAR JOGJA - Memperingati Hari Jadi ke-269 Tahun DIY pada hari ini (13/3), lebih dari 60 kegiatan bakal digelar. Tak hanya seremoni, seluruh kegiatan yang dilaksanakan akan menarik daya ungkit ekonomi masyarakat.


Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan, kegiatan sudah diawali dengan ziarah dan tabur bunga di makam para raja, adipati serta leluhur yang telah berjasa untuk DIY. Kemudian tirakatan, upacara, bazar hingga kirab budaya.


Beny menjelaskan kegiatan yang digelar dapat meningkatkan masyarakat yang bisa dimaknai dengan penetapan hari jadi itu. "Jadi ekonomi bergulir. Kami mengolaborasikan semua kegiatan sesuai potensi OPD, dari level provinsi, kabupaten/kota sampai kalurahan," ujarnya kemarin (12/3).


Salah satu kegiatan itu adalah Gerakan Pangan Murah di halaman parkir Stadion Mandala Krida Jogja (13/3) mulai pukul 08.00. Dalam kegiatan ini, tersedia bahan pangan strategis masyarakat yang akan dijual di bawah harga pasar. Gerakan ini didukung 11 distributor dan 10 asosiasi pasar tani di DIJ.


Terpisah, Wakil Ketua DPRD DIY Huda Tri Yudana mengatakan, Hari Jadi DIY sebagaimana telah ditetapkan dalam rapat raperda tentang penetapan hari jadi itu. Rabu 13 Maret ini peringatannya. "Ada upacara di Mandala Krida, semuanya pakai pakaian adat gagrak," katanya.


Huda menjelaskan, jajaran legislatif masih melanjutkan rapat paripurna tentang penetapan Hari Jadi DIY. Diharapkan dengan penetapan itu bisa dimaknai seluruh masyarakat Jogjakarta akan keberadaan DIY hingga saat ini. Bukan sekadar mengingat seremoninya semata, namun bisa diimplementasikan makna-makna dari peringatan itu.

Berdirinya Keraton Jadi Cikal Bakal

13 Maret 1755 telah ditetapkan sebagai Hari Jadi DIY. Penetapan tanggal lahir itu berdasarkan Raperda tentang Hari Jadi DIY yang telah disetujui bersama oleh Pemprov dan DPRD DIY. Dengan disetujuinya Raperda itu, maka DIY akan merayakan peringatan Hari Jadi Ke 269 pada 2024 ini.


Penghageng II Tepas Purwoajilaksana Keraton Jogjakarta KRT Purwowinoto mengatakan, penentuan tanggal lahir DIY itu bertepatan peristiwa bersejarah Hadeging Nagari Dalem Kasultanan Mataram Ngayogyakarta Hadiningrat atau separuh Nagari Mataram.


"Peristiwa Hadeging Nagari sekaligus menandai berdirinya negara dan pemerintahan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat dengan segala komponennya, meskipun belum mempunyai istana atau ibu kota kerajaan," katanya saat ditemui di Keraton Kilen baru-baru ini ini.


KRT Purwowinoto yang memiliki nama lahir Ronni Mohamad Guritno menceritakan penetapan tanggal hari jadi itu, awal mulanya dikaitkan dengan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755 atau abad ke 18. Usai dilakukan ratifikasi, peristiwa yang menjadi cikal bakal terbentuknya Kasultanan Jogjakarta dan Kasunanan Surakarta itu tidak otomatis dipilih sebagai hari lahir bagi DIY.


"Tepat sebulan setelahnya, 13 Maret 1755, Kamis Pon, 29 Jumadil Awal tahun Be 1680, Pangeran Mangkubumi atau Sri Sultan Hamengku Buwono I memproklamirkan Hadeging Nagari Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di Pesanggrahan Garjitowati. Peristiwa bersejarah inilah yang menjadi cikal bakal 13 Maret 1755 ditetapkan menjadi Hari Jadi DIY," ujarnya.


Ronni mengatakan, Sultan HB I mengumumkan secara resmi daerah kekuasaannya dinamakan Ngayogyakarta Hadiningrat dalam kesempatan itu. Lokasinya di hutan beringan atau Pabringan yang terdapat sebuah umbul atau mata air Pacethokan dan Pesanggrahan Garjitowati.


Pembangunan pasanggrahan itu diprakarsai Sunan Amangkurat IV kemudian diteruskan Sunan Pakubuwono II sampai rampung. Setelah pembangunan selesai pesanggrahan itu diubah namanya menjadi Ayodhya. Nama Ayodhya ini kemudian dilafalkan menjadi Ngayodhya dan Ngayogya.


"Dari kata inilah kemudian menjadi Ngayogyakarta Hadiningrat yang berarti tempat yang baik dan sejahtera yang menjadi suri tauladan keindahan alam semesta," jelasnya. (wia/laz)

Editor : Satria Pradika
#Beny Suharsono #sekprov diy #hari jadi DIY