Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Ada Masalah Korupsi, BPO DIY Surati KPK sebelum Pembangunan Stadion Mandala Krida

Satria Pradika • Selasa, 12 Maret 2024 | 14:35 WIB
Stadion Mandala Krida adalah salah satu di antara sejumlah stadion yang akan direnovasi pemerintah buntut dari insiden tragedi Kanjuruhan, Malang lalu.
Stadion Mandala Krida adalah salah satu di antara sejumlah stadion yang akan direnovasi pemerintah buntut dari insiden tragedi Kanjuruhan, Malang lalu.

RADAR JOGJA - Kepala BPO DIJ Priya Santosa menyatakan sudah bersurat ke KPK melalui Pemda DIJ terkait pembangunan Stadion Mandala Krida. Dan dari surat tersebut KPK sudah menjawab dan mengizinkan pembangunan itu, cuma harus dilihat dulu batasan-batasan dari mana yang harus dibangun.

"Karena kalau itu terkait dengan struktur. Itu kan juga masih menjadi masalah di hukumnya. Karena sampai saat ini kan belum selesai juga, masih ada sidang juga untuk beberapa hal yang terkait di sana," ujarnya (11/3).

Stadion Mandala Krida adalah salah satu di antara sejumlah stadion yang akan direnovasi pemerintah buntut dari insiden tragedi Kanjuruhan, Malang lalu. Akan tetapi hal itu urung terlaksana lantaran masih terganjal kasus korupsi.

Padahal sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) menyatakan akan merenovasi dua stadion di DIJ, yakni Stadion Maguwoharjo (Sleman) dan Mandala Krida (Jogja). 

"Stadion Mandala Krida dari posisi yang terakhir itu kan dulu awalnya informasi termasuk bagian yang akan direhab oleh PUPR cuma beberapa waktu lalu ada pertanyaan dari PUPR terkait bagaimana soal status hukumnya," jelas Priya Santosa.

Menurut Priya kalau memang nanti Stadion Mandala Krida mau dibangun itu harus ada perhitungan berita acaranya sesuai dengan surat dari KPK untuk melihat posisinya seperti apa batasan-batasannya. Karena dari pihak BPO sendiri terkait penganggarannya mereka tidak tau persis, sebab pengalokasiannya dananya dari PUPR langsung.

"Kemarin surat pernyataan itu sudah kami sampaikan. Tapi dari PUPR belum menjawab mungkin baru diproses karena baru Minggu kemarin kami layangkan jawab pertanyaan dari KPK," ungkapnya.

Priya menuturkan sebenarnya untuk standar Internasional, Stadion Mandala Krida itu masih membutuh banyak aspek. Karena untuk single seatnya, lampu, skoring box, dan beberapa sarana pendukung yang lainnya belum ada. 

Karena sebenarnya Stadion Mandala Krida itu proses pembangunannya bertahap. Dan kemarin tahapannya baru selesai sampai bangunan fisiknya. Kemudian ada masalah korupsi itu lalu berhenti. 

"Sebenarnya kalau tidak ada masalah setelah selesai itu kan kami mungkin ke tahap berikutnya kita bikin singlet seatnya, lampu dan seterusnya. Karena ada permasalahan kan jadi terhenti," tutur Priya. 

Terlebih Priya juga mengungkapkan setelah tragedi Kanjuruhan Malang lalu itu. Sebenarnya Presiden Joko Widodo langsung meminta untuk beberapa venue di audit, termasuk Stadion Mandala Krida itu supaya bisa menjadi stadion yang bertaraf internasional. 

"Pas diaudit hasilnya rusak berat. Karena auditnya melihat dari semua komponen yang harus ada. Dan Mandala memang belum lengkap untuk gedung yang standar karena pembangunannya masih berhenti di tengah," tandasnya. (ayu).

 

Editor : Satria Pradika
#Mandala Krida