RADAR JOGJA - Hujan dan angin kencang yang melanda beberapa wilayah di DIJ Sabtu (9/3) menimbulkan dampak kerusakan di beberapa titik. Dilaporkan dampak terjadi di beberapa kapanewon di Kabupaten Gunungkidul, Kulon Progo dan Sleman.
Analis Cuaca Stasiun Meteorologi Jogjakarta Slamet Riyadi memetakan, hujan lebat menyebabkan pohon tumbang dan jaringan listrik putus terjadi di Kapanewon Paliyan, Playen, Wonosari, Tanjungsari, Saptosari dan Semanu di Gunungkidul. Kemudian Kapanewon Galur, Lendah, dan Sentolo di Kulon Progo.
"Pukul 08.30 dilaporkan terjadi dampak bencana hidrometeorologi berupa hujan sedang-lebat disertai angin kencang dan petir di beberapa titik," katanya kemarin (9/3).
Saat dikonfirmasi Radar Jogja, Slamet mengungkapkan secara keseluruhan dampak kerusakan terjadi di 10 kapanewon. Adapun bangunan rusak tertimpa pohon di Gunungkidul ada di Kapanewon Paliyan 1 Lokasi, Playen 2 lokasi, Wonosari 2 lokasi, Tanjungsari 1 lokasi, Semanu 2 lokasi, Saptosari 1 lokasi dan Panggang 1 Lokasi.
Sementara di Kulon Progo ada di Kapanewon Galur 1 lokasi, Lendah 3 lokasi dan Sentolo 2 lokasi. Slamet menjelaskan, berdasarkan analisa perkembangan dinamika atmosfer laut untuk tiga hari ke depan menunjukkan peluang hujan dengan intensitas sedang lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang masih berpeluang terjadi di DIJ. "Potensi cuaca ekstrem berpotensi terjadi pada siang hingga sore hari, terhitung 10 hingga 12 Maret," paparnya.
Untuk 10 Maret, ia membeberkan potensi hujan sedang lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Sleman, Kota Jogja, Gunungkidul bagian utara, Bantul bagian utara dan Kulon Progo bagian utara.
Lalu 11 Maret potensi hujan sedang lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang di Sleman, Kota Jogja, Gunungkidul bagian utara, Bantul bagian utara dan Kulon Progo bagian utara.
Dan 12 Maret potensi hujan sedang lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di Kota Jogja, Sleman, Bantul bagian utara, Kulon Progo bagian utara dan Gunungkidul.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman Makwan merinci, hingga Sabtu (9/3) pukul 16.40, dampak hujan dan angin setidaknya terjadi di empat kapanewon di Sleman. "Sejauh ini yang terdampak ada di Kapanewon Cangkringan, Turi, Minggir, dan Pakem," sebutnya.
Ia menyebutkan, diawali peringatan dini oleh BMKG YIA Jogjakarta terkait dengan cuaca hujan disertai angin kencang di wilayah Sleman pada pukul 14:22 dan terjadi hujan ringan sedang yang disertai angin kencang di Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa pohon tumbang, banjir, dan longsor.
Makwan menuturkan telah dilangsungkan upaya penanganan dengan melakukan asesmen data dampak kejadian, koordinasi dengan pihak terkait, pemotongan pohon dan distribusi bantuan darurat. "Beberapa sudah selesai ditangani, melibatkan warga, relawan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Sleman dan komunitas relawan," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Satria Pradika