Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pasca Aksi Tolak TPS3R Piyungan, PJ Walikota Jogja Putuskan Pending Rencana Pembangunan

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 9 Maret 2024 | 01:31 WIB
Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo.
Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo.

JOGJA - Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo putuskan pending proses rencana pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R) di Piyungan. Hal tersebut menanggapi aksi penolakan yang dilakukan sejumlah massa di Bantul beberapa waktu yang lalu. 

"Kami sangat menyayangkan karena proses itu (pembangunan TPS3R di Piyungan) sudah cukup lama kami lakukan," ujar Penjabat Walikota Jogja Singgih Raharjo dalam Jumpa Media Di Balai Kota Jogja, Jumat (8/3/2024). 

Singgih juga menyampaikan bahwa pihaknya sudah mendapatkan ijin dari Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) untuk menggunakan lahan di Piyungan. Setelah mengantongi izin tersebut, pihaknya juga telah melakukan pendekatan dan sosialisasi pada masyarakat sekitar. 

"Masyarakat cerita sangat bisa memaklumi dan kita ikutkan dalam proses. Tapi di akhir saat kita akan membangun, (proses) lelang sudah selesai kemudian ada kelompok yang melakukan penolakan termasuk Pak Lurah yang ada disana," tuturnya. 

Singgih menegaskan bahwa Pemkot Jogja ingin menggunakan lahan di Piyungan untuk proses pengolahan sampah dan bukan untuk pembuangan. Pengolahan dengan pembuangan berbeda pengartianya, pengolahan itu nanti akan zero residu, lanjutnya. 

"Contoh pada hari itu di olah 40 ton (sampah) ya akan selesai 40 Ton. Kalaupun ada residu sedikit akan kita olah lagi supaya zero residu sehingga tidak menambah volume sampah di Piyungan," jelasnya. 

Nantinya, sampah baru yang dibawa di Piyungan tersebut akan diolah menjadi sebuah produk namanya Refuse Derived Full (RDF). RDF biasa disebut keripik sampah untuk digunakan sebagai bahan bakar di pabrik semen. 

"Ini yang perlu kita umumkan untuk seluruh masyarakat karena bayangan TPS3R itu bukan seperti di TPS Piyungan, takutnya bayangannya seperti itu," bebernya. 

"Teknologi sekarang sudah maju sehingga memilih outputnya mau seperti apa. RDF, Kompos, Briket semua bisa. Sehingga masyarakat tidak perullu khawatir," imbuhnya. 

Pemkot Jogja optimis bisa menyelesaikan permasalah sampah di kota Jogja dengan berbagai skema. Pemkot Jogja juga menyatakan siap untuk bisa melaksanakan desentralisasi sampah di Kota Jogja. 

"Di Piyungan kita pending dulu, jadi tidak ada masalah kalau belum kontrak," ujarnya. 

Proses di Piyungan baru dalam tahap lelang yaitu memilih pemenang. Selama belum kontrak berarti belum ada keterikatan. 

"Berkaitan dengan rencana belum bisa dilaksanakan kecuali ada yang alat dipindahkan karena tidak ada yang menunjuk lokus, kalau pembangunan pasti menunjuk lokus dan yang ditunda kemungkinan pembangunanya," tuturnya. 

"Tapi peralatannya pasti bisa digunakan di tempat (TPS3R) lain," pungkasnya. 

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Penanganan Persampahan DLH Kota Jogja Mareta Hexa Sevana menambahkan tiga TPS3R lainya yaitu di TPS3R Nitikan, Kranon dan Karangmiri sudah dipersiapkan. Progres ketiga TPS3R tersebut telah mengalami perkembangan. 

"Nitikan sedang dipersiapkan lelang untuk pelaksanaan rehabilitasi atapnya. Untuk TPS3R Kranon sudah dimulai pelaksanaan konstruksinya oleh penyedia," ujarnya. 

"Karangmiri juga sudah dimulai pelaksanaan konstruksinya oleh penyedia," imbuhnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tempat #Pembuangan #akhir #Sampah