JOGJA - Dua tahun keberadaan Teras Malioboro, Pemprov DIY pecahkan rekor muri nasional dan dunia.
Pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) itu dilakukan dalam bentuk gunungan rangkaian oleh-oleh dari wirausaha terbanyak setinggi 11 meter dan berisi ribuan produk Koperasi dan UMKM.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY Srie Nurkyatsiwie mengatakan, gunungan oleh-oleh ini bertujuan sebagai bentuk strategi pemasaran UMKM di Teras Malioboro.
Hal ini sebagai komitmen bersama agar masyarakat bisa kembali ke Teras Malioboro untuk membeli produk.
"Ini bentuk strategi pemasaran juga, setalah dapat dari gunungan harapannya mereka bisa pengen lagi dengan produk yang didapatkan," katanya disela acara di Teras Malioboro 1 Selasa (5/3).
Siwi menjelaskan dalam rangka ulang tahun teras Malioboro bertajuk festival teras Malioboro menekankan pada refleksi dua tahun berdirinya teras Malioboro di sana.
Selain itu, sebagai momentum untuk melihat progress dari sisi usaha yang ada.
Ada enam aspek baik dari kemampuan sumber daya manusia (SDM), kelembagaan produktivitas, serta bagaimana kemanfaatannya.
Itu semua merupakan inovasi pemprov untuk melakukan pendampingan kepada mereka pelaku UMKM yang dahulunya berada di lorong trotoar.
"Jadi, ini juga ada barengan dengan hari jadi DIY, Teras Malioboro itu kan ada sebuah edukasi yang paling penting itu soal pemasaran. Mereka kan nggak bisa sendiri harus kolaborasi dengan berbagai pihak salah satunya pemangku kepentingan dari kabupaten/kota dengan para pelaku UMKM," ujarnya.
Pemecahan rekor MURI ini disamping dalam bentuk gunungan tertinggi dari oleh-oleh khas Jogja juga dengan rangkaian lainnya.
Meliputi ada acara bakti sosial, perbaikan rumah tidak layak huni kolaborasi dengan sponsor lainnya.
"Kita juga ada penghargaan dan hukuman kepada tenant yang mana mereka juga sudah komitmen untuk naik kelas," jelasnya.
Usai ditetapkan sebagai rekor nasional dan dunia, gunungan yang berisi kaos-kaos hingga kuliner tersebut dibagikan ke masyarakat dan wisatawan yang menunggu di depan Teras Malioboro 1.
Perwakilan MURI Sri Widayatidi mengatakan, Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengesahkan rekor tersebut. Ada dua rekor nasional yang tercatat yakni gunungan tertinggi berisi rangkaian oleh-oleh khas Jogja dengan tinggi 11 meter.
Kedua, keterlibatan UMKM terbanyak dalam gunungan oleh-oleh ini yakni sejumlah 3.312 UMKM, yang menghasilkan produk oleh-oleh sebanyak 4.845 produk.
"Muri memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas prestasi ini, sehingga kami mewakili ketua umum Muri bapak Jaya Suprana mengumumkan sekaligus mengesahkan bahwa gunungan tertinggi dari rangkaian jenis oleh-oleh tertinggi dan terbanyak ini resmi tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia," katanya.
Tak hanya tercatat sebagai rekor nasional saja, Muri memberikan apresiasi lebih dengan mencatat rekor ini sebagai rekor dunia.
"Dan karena ini mengangkat kearifan lokal maka oleh Ketua Umum Muri Bapak Jaya Suprana tidak hanya dikukuhkan sebagai rekor nasional, namun dikukuhkan sebagai rekor dunia," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad