Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Belum Capai Target, Bantuan Sosial Bagi Lansia Senilai Rp 300 Ribu Masih Berjalan Baru Terealisasi Lebih dari 7 Ribu Lansia

Winda Atika Ira Puspita • Senin, 4 Maret 2024 | 22:03 WIB
Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih.
Kepala Dinas Sosial DIY Endang Patmintarsih.

JOGJA - Program Jaminan Sosial Lanjut Usia (JSLU) tahun 2024 masih berlangsung sejak Januari lalu selama satu tahun ini.

Meski tidak ada kendala dalam hal pencairan, jumlah 8 ribu lansia yang masuk sasaran belum sesuai target.

Dinas Sosial (Dinsos) DIY terus menyisir data lansia kriteria miskin ekstrem yang akan mendapat bantuan di wilayah DIY.

Kepala Dinsos DIY Endang Patmintarsih mengatakan, sebanyak 8 ribu lansia yang disasar merupakan target awal.

Namun, realisasinya belum mencapai jumlah tersebut.

Dari inventarisasi, data yang dilakukan hingga sekarang, lansia masuk kriteria miskin ekstrem baru tercapai 7.338 lansia. Dan, akan disasar program JSLU.

"Ini kita evaluasi lagi, jadi 8 ribu itu baru target kalau memang nanti lebih dari itu kita pemda ini kan berusaha uangnya. Tapi kita baru nyiapkan 8 ribu saja belum tercapai target, karena data harus valid sesuai real," katanya Senin (4/3).

Endang menjelaskan program ini baru disiapkan untuk 8 ribu lansia di DIY sesuai anggaran. Data tersebut terus berjalan, jumlah itu pun diklaim masih belum tercapai karena beberapa fakfor.

Di antaranya, meninggal dunia, tidak berada di tempat, masuk kategori penerima bantuan lain, atau lansia tidak sesuai dengan kriteria.

Sebab, data sasaran penerima lansia usulan data dari Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE) yang ditanda tangani oleh bupati/wali kota dan dikeluarkan berupa SK.

Selain itu, terdapat kriteria penerima yaitu lansia tidak memiliki pendapatan, tidak memiliki pendidikan, tidak bekerja, dan belum terdaftar sebagai penerima progtam keluarga harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

"Ini program bapak gubernur keinginan beliau bagaimana melayani lanjut usia di DIY supaya mereka tercukupi gizinya, kebutuhan dasarnya agar bisa hidup sehat," ujarnya.

Adapun penyalurannya sudah berlangaung sejak Januari lalu.

Direncanakan program ini bagi lansia untuk selamanya. Tahun 2024 ini menjadi tahap awal penyaluran.

"Insyaallah selamanya sesuai keinginan bapak gubernur, kita mencoba ini mulai kita evaluasi terus. Kita mulai satu tahun ini 2024, kita evaluasi terus nanti 2025," jelasnya.

Adapun bantuannya senilai Rp 300 ribu untuk tiap bulan. Skema penyalurannya secara cashless melalui barcode.

Setiap penerima akan mendapatkan barcode masing-masing untuk kemudian ditukarkan sembako ke Warung Lanjut Usia Yogyakarta (Waluyo) yang telah ditunjuk yang di sekitarnya untuk mendukung program JSLU.

"Ini dua yang kita bantu, yang kita berdayakan adalah warung-warung klontong yang jualan kecil-kecil itu, itu yang menyiapkan barang. Jadi lanjut usia beli di warung sekitar situ, maka tujuannya adalah dua lanjut usianya juga membantu warung kecil ini biar perekonomiannya berjalan terus," terangnya.

Adapun 8 ribu jiwa target penerima manfaat ini paling banyak sasarannya berada di Kabupaten Gunungkidul dengan jumlah 3.413 lansia

Kemudian, disusul Sleman sebanyak 2.400 lansia, Bantul 1.186 lansia, Kota Jogja 560 lansia dan Kulon Progo 441 lansia. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#lanjut usia #Dinsos DIY #jaminan sosial