Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi Diperpanjang Hingga 31 April, Ini Kewaspadaan yang Perlu Dilakukan

Winda Atika Ira Puspita • Kamis, 29 Februari 2024 | 01:20 WIB
Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad di Kantor BPBD DIJ, Selasa (6/2).
Kepala Pelaksana BPBD DIJ Noviar Rahmad di Kantor BPBD DIJ, Selasa (6/2).

JOGJA -  Status siaga darurat bencana hidrometeorologi di DIY diperpanjang 1 Maret hingga 31 April 2024. Sebelumnya telah dicanangkan dari 20 Desember 2023 sampai 29 Februari 2024.

Perpanjangan ini berdasarkan peringatan dini oleh BMKG Jogjakarta, bahwa curah hujan cukup tinggi masih akan terjadi pada rentang waktu tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan, perpanjangan status siaga darurat itu sebagai upaya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana yang terjadi imbas dari curah hujan yang cukup tinggi.

"Kita sudah mengeluarkan siaga darurat (bencana) hidrometeorologi dari tanggal 20 (Desember) sampai 29 Februari, kita perpanjang menjadi 1 Maret sampai dengan 31 April," katanya Rabu (28/2).

Noviar menjelaskan, pada rentang waktu itu berdasar peringatan dini yang dikeluarkan BMKG wilayah DIY akan tetap menghadapi curah hujan yang cukup tinggi.

Mitigasi bencana praktis dilakukan instansi ini, salah satunya menyiagakan seluruh relawan yang ada di 339 kelurahan tangguh bencana.

Para relawan itu diminta untuk segera melakukan pertolongan apabila sewaktu-waktu terjadi bencana.

Adapun, empat jenis bencana di DIY yang perlu diwaspadai adalah tanah longsor, pohon tumbang, angin kencang, dan banjir.


"Kalau misalnya belum tertangani maka segera melaporkan ke BPBD provinsi atau kabupaten/kota. Kami juga meminta kepada masyarakat, intansi terkait memangkas pohon yang berpotensi roboh pada saat angin kencanag," ujarnya.

Pun bencana banjir, masyarakat di bantaran sungai diminta waspada dan segera menghindar jika muncul potensi banjir.

"Kemarin hari Minggu ada enam titik banjir, Jogja yang tidak pernah banjir tiba-tiba sungai meluap semua, Sleman juga ada. Dan itu kita waspadai adalah banjir yang masuk ke perumahan-perumahan," jelasnya.

Kendati begitu, pihaknya telah siaga melakukan upaya dengan memberikan peringatan dini oleh petugas melaui alat early warning system (EWS).

Alat ini diklaim sudah terpasang di sejumlah sungai di DIY.

"Jadi untuk segera diingatkan untuk segera menghindar dari bantaran sungai, ketika sudah ada warning systemnya," imbaunya.

Pun kesiapan logistik diklaim aman, BPBD DIY sudah melakukan droping logistik ke semua kabupaten/kota seperti tenda, terpal, mesin senso pemotong kayu, dan lain-lain serta termasuk permakanan.

Berdasarkan kejadian cuaca ekstrim hari Minggu 25 Februari 2024, BPBD DIY mencatat ada sekitar 18 kejadian tersebar di Sleman, Kota Jogja, dan Kulon Progo.

Di antara jenis kejadian berupa tanah longsor, banjir genangan, angin kencang yang mengakibatkan pohon tumbang menimpa bangunan rumah, kabel internet putus, pohon tumbang dan masih banyak lainnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#bencana hidrometeorologi #BPBD DIY #status siaga