Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Before-After Tugas Guru BP dan BK di Sekolah, Kamu Pilih yang Mana?

Gunawan RaJa • Rabu, 28 Februari 2024 | 20:05 WIB
BAHAGIA - Suasana belajar mengajar di salah satu kelas SMP Stella Duce 1 Jogja Rabu (28/2/2024)
BAHAGIA - Suasana belajar mengajar di salah satu kelas SMP Stella Duce 1 Jogja Rabu (28/2/2024)

JOGJA - Tugas guru bimbingan penyuluh (BP) dan guru bimbingan konseling (BK) di sekolah zaman old dan saman now serupa tapi tak sama. Perbedaan itu muncul seiring dengan perubahan istilah penyuluhan menjadi konseling.

Guru BK SMP Stella Duce 1 Jogja, L. Aprilliana Wiwit W mengatakan perbedaan BP dan BK terletak pada disiplin ilmu yang digunakan. Bedanya, dulu guru BP banyak mengurusi administrasi dan pendidikan. Kemudian beralih menjadi BK dan disiplin ilmunya ditambah dengan psikologi, sehingga dalam penanganan kasus di sekolah juga berbeda.

"Dulu guru BP dikenal galak dalam mendisplinkan siswa, sehingga siswa dengan guru BP selalu berhadapan begitu," kata guru yang akrab disapa Imelda Wiwit ini.

Setelah berubah menjadi BK harapannya bisa menjadi lebih soft atau lembut saat menggali persoalan anak yang bermasalah. Idealnya guru BK menjadi sahabat siswa.

Sebagaimana diketahui, pendidikan di Indonesia kembali mengalami penyesuaian, dari Kurikulum 2013 menjadi Kurikulum Merdeka. 

Kurikulum Merdeka menekankan terhadap penambahan nilai-nilai karakter yang terdiri atas religius, nasionalis, integritas, mandiri, dan gotong royong. Enam nilai karakter ini yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila.

"Khususnya di Kurikulum Merdeka dalam teori, hendaknya menciptakan suasana psychological well being yang lebih baik dan kondusif untuk mendukung pembelajaran," ungkapnya.

Imelda Wiwit sendiri mengaku memiliki pengalaman panjang dalam menangani permasalahan pelajar lintas generasi. Dia dipercaya menjadi guru BK sejak 21 tahun lalu hingga sekarang.

Baca Juga: Mengapa Gigi Bisa Berlubang? ini Dia Sejumlah Penyebab yang Perlu Diwaspadai

"Guru BK zaman dulu kalau melihat anak laki-laki rambut panjang, sudah biasa pangkas blentong-blentong (tak beraturan). Kalau sekarang kena pasal," ucapnya sambil melepas senyum.

Peran guru bimbingan konseling kini memediasi, serta memberikan bantuan kepada guru mata pelajaran yang belum mengetahui karakteristik siswa dan metode belajar.

"Sebab tidak semua permasalahan siswa bisa diselesaikan oleh guru bimbingan konseling sehingga perlu adanya kerja sama dari berbagai pihak. Jadi, ada tahapan penyelesaian kasus siswa-siswi," bebernya.

Tentu harapannya peserta didik bisa berkarakter dan dapat tumbuh dengan baik. Mampu melakukan sesuatu dengan benar dan cenderung memiliki tujuan hidup. 

"Melalui karakter psychological student well being mendukung pengoptimalan potensi siswa, perkembangan dan kemampuan tumbuh pribadi yang berintegritas," jelasnya. (gun)

 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #SMP Stella Duce #Guru #Pendidikan #Bimbingan