Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jaga Rantai Pasok, Pemprov DIY Terus Upayakan Tekan Harga Beras

Winda Atika Ira Puspita • Selasa, 27 Februari 2024 | 01:25 WIB
PERDANA: Sekprov DIY Beny Suharsono usai Sarasehan Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara 2024 di Kompleks Kepatihan Senin (26/2).
PERDANA: Sekprov DIY Beny Suharsono usai Sarasehan Peringatan Hari Penegakan Kedaulatan Negara 2024 di Kompleks Kepatihan Senin (26/2).

JOGJA - Harga komoditas beras masih tak kunjung turun di wilayah DIY, Pemprov DIY klaim stok melimpah. Namun, beras produksi DIY itu banyak diminati dan dikonsumsi daerah lain.

Pasokan pun berkurang, sementara panen raya baru akan terjadi Maret mendatang. 

Sekprov DIY Beny Suharsono mengatakan, pihaknya selalu menyampaikan bahwa stok beras DIY melimpah.

Hanya harganya ada naik, ini karena produksi beras DIY diminati luar daerah.

"Karena beras yang kita produk semuanya lari keluar, sementara kita mendapatkan limpahan dari luar. Panen kita dikonsumsi oleh daerah lain karena beras kita beras bagus," katanya di Kompleks Kepatihan Senin (26/2).

Beny menjelaskan, saat ini pemprov sedang melakukan upaya bagaimana menjaga agar stok beras di DIY ada dan terjangkau harganya oleh masyarakat.

Maka, untuk memastikan upaya ini pihaknya akan menggelar rapat bersama dengan pemangku kepentingan seperti Bank Indonesia, Bulog, maupun semua komponen yang terlibat dalam penanganan komoditas.

"Mungkin tidak hanya beras ya nanti, tapi yang paling mendasar harga beras yang melambung. Maka besok dirumuskan kembali bagaimana harga itu bisa diturunkan," ujarnya.

Beny menyebut, diturunkan adalah harga yang terjangkau kemudian petani juga mendapat selisih nilai atas keuntungan sebagai petani.

Sementara masyarakat yang mengkonsumsi tidak terlalu keberatan dengan harganya.

"Ini jalan tengah yang harus kita terangkan. Makanya besok pagi (tanggal) 27 kita rumuskan bersama sama supaya pasokan harus tersedia. Serta menekan harga (beras) tidak melambung," jelasnya.

Menurutnya, dengan menjaga rantai pasok ini diharapkan ada keseimbangan antara supply dan demand atau kegiatan memasok dan permintaan. Sehingga, harga beras tidak sampai ekstrem.

"Kita sudah terasa kita sudah paham bahwa masyarakat sangat berat untuk membeli bahan pokok yang berupa beras. Maka pemda menunjuk BUMD untuk memberi buffer stock, gabahnya petani kita tahan ketika ini harganya naik petaninya kita keluarkan itu cara kita meningktkan pendapatan petani," terangnya.

Maka dengan hadirnya pemerintah daerah melalui operasi pasar itu pun sebagai upaya menjaga rantai pasok. Sehingga harga bisa ditekan.

"Itu rantai pasok yang harus kita jaga supaya tidak naik, supaya tidak ada selisih yang meningkat terlalu tajam. Pemerintah harus masuk ke sana, salah satunya mensubsidi harga-harga dari rantai pasok tadi," tambahnya. (wia)

Editor : Amin Surachmad
#Pemprov DIY #Stok Melimpah #komoditas beras