JOGJA - Kontribusi kaum hawa dalam pembangunan menuju Indonesia Emas 2045 sangat vital. Guru besar Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Prof. Alimatus Sahrah menyebut, sedikitnya ada empat tantangan yang harus ditaklukkan wanita karier saat Indonesia genap berusia satu abad.
Hal tersebut disampaikan Alimatus Sahrah bersamaan dengan pengukuhan dirinya sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Psikologi Industri dan Organisasi di Aula Fakultas Ekonomi Kampus 1 UMBY Jl Wates KM 10 Senin (26/4/2024).
"Pada 2045, Indonesia tepat 1 abad kemerdekaan. Lebih menunjukkan visi besar Indonesia mewujudkan tingkat kesejahteraan rakyat dengan memeratakan kualitas manusia,” kata Alimatus Sahrah.
Kemudian dia membeberkan empat tantangan yang dihadapi wanita karier menuju Indonesia Emas 2045. Meliputi tantangan individu, keluarga, organisasi dan tantangan kehidupan bermasyarakat.
“Tantangan dari dalam diri individu adalah perasaan kurang percaya diri, ketakutan akan kegagalan, dan fear of success,” ujarnya.
Kedua tantangan dari dalam keluarga. Wanita karier sering menghadapi tantangan dalam membagi waktu dan perhatian antara tanggung jawab karir dan tanggung jawab keluarga. Ketiga tantangan dari dalam organisasi.
“Dalam lingkungan organisasi, adanya keyakinan negatif terhadap kinerja perempuan dapat merusak aspirasi untuk kemajuan karier,” jelasnya.
Baca Juga: Fakta Unik Ilmuwan Jenius Nikola Tesla, Yuk Simak Ini Bukti Kejeniusannya...
Keempat atau terakhir, tantangan dari dalam kehidupan bermasyarakat. Wanita karier sering dihadapkan pada stereotip gender yang membatasi persepsi dan peluang mereka di tempat kerja dan dalam masyarakat.
“Sehingga perlu kebijakan kerja fleksibel, hingga membuat kebijakan terhadap hak-hak wanita dan mengambil tindakan jika terjadi pelanggaran,” ungkapnya.
Indonesia ke depan, perempuan kelahiran 24 Januari 1960 ini kemudian membeberkan peluang menggapai Indonesia Emas. Pertama adalah peluang peningkatan akses wanita ke pendidikan, peningkatan keberadaan wanita di posisi pemimpin. Pengembangan keahlian wanita hingga peningkatan kesadaran tentang hak-hak wanita. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin