Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kenal Wayang Sejak Duduk di Bangku Play Group, Ki Branjang Pamadi Ajak Lestarikan Wayang untuk Generasi Milenial

Agung Dwi Prakoso • Sabtu, 24 Februari 2024 | 00:37 WIB
Branjang Pamadi
Branjang Pamadi

JOGJA - Kesenian wayang belakangan ini mulai digemari oleh generasi muda atau Milenial. Bahkan banyak dalang muda yang mulai menggeluti dunia seni pewayangan dewasa ini, salah satunya adalah dalang muda asal Jogja Banjang Pramadi yang telah terjun di dunia pewayangan sejak duduk di kursi Taman Kanak-kanak (TK). 

"Saya senang dengan wayang, dan kebetulan dari keluarga juga banyak bergelut dibidang seni tradisi seperti dalang, karawitan dan penari," ujar Dalang Muda asal Jogjakarta, Branjang Pamadi kepada Radar Jogja, Jumat (23/2/2024).

Dikarenakan background keluarga adalah para pegiat seni tradisi, ia menilai terbawa arus sehingga ikut senang dengan seni tradisi khususnya wayang. Pilihan terjun di dunia seni tradisi memang bukan karena tuntutan keluarga, tapi lebih pada kepuasan hati saat bergelut di dunia seni tradisi. 

"Orang tua juga tidak mengharuskan untuk menjadi dalang. Saya dibebaskan, hanya kebetulan ternyata saya juga senang dengan wayang," tuturnya. 

Sejak kecil, dirinya selalu ikut pementasan ayahnya. Ayahnya adalah Ki Dandun Witono, seorang dalang senior di Kota Jogja. Jadi dapat disimpulkan bahwa darah dalang mengalir di tubuh Branjang Pamadi.

"Dulu saya saat playgrup ngisi sebagai dalang cilik di UNY," bebernya.

Selanjutnya, dirinya lalu mengikuti banyak lomba dalang cilik baik di dalam kota maupun luar kota Jogja. Sewaktu kelas tiga SD dirinya menyabet juara satu festival dalang cilik yang digelar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). 

"Lomba itu sekitar tahun 2013, karena saat SD kelas enam saya sudah ikut lomba tingkat nasional tahun 2016 kalau tidak salah," jelasnya. 

Karena senang dalam dunia seni pewayangan, Branjang Pamadi melanjutkan studi di Jurusan Seni Pedalangan, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Tahun ini dirinya memasuki semester kedua di kampus kesenian tersebut. 

"Selain kuliah, alhamdulilah sampai saat ini saya masih mendalang. Karena usia saya yang masih muda saya harus terus belajar dan mencari pengalaman di dunia pewayangan lebih dalam," tandasnya. 

"Kebetulan besok malam, Sabtu (24/2/2024) saya juga mendalang di Hotel Pondok Tinggal Magelang," imbuhnya. 

Baginya, yang utama dalam dunia kesenian adalah perihal relasi atau mencari kawan sebanyak-banyaknya. Belajar dalam kesenian menurutnya tidak ada habisnya, pelajaran baru akan terus lahir dalam kesenian, lanjutnya. 

"Istilahe kui pokok e arep tak rungkepi jiwaku di dunia wayang dan kesenian," tandasnya. 

Branjang sejak kecil telah banyak mengikuti perlombaan baik lokal maupun nasional. Festival atau lomba tersebut diantaranya Festival Dalang Bocah Nasional yang diadakan Sekretariat Nasional Pewayangan Indonesia (Senawangi) di Jakarta. 

"Pernah juga dulu di Taman Siswa, lalu di Bantul tingkat SD, SMP dan SMA. Di Unindra Jakarta dulu juga pernah," jelasnya. 

Branjang Pamadi juga banyak terinspirasi dari dalamg-dalang senior di Indonesia. Beberapa nama dalang idolanya diantaranya Ki Muljoko, Ki Narto Sabdo, Ki Timbul, Ki Gondodarman dan banyak lagi. 

Sebagai dalang muda, Branjang Pamadi berpesan kepada seluruh generasi muda untuk senantiasa melestarikan wayang. Walaupun di era modern banyak hal yang relatif lebih menarik, tapi jangan sampai lupakan wayang, lanjutnya. 

"Tidak harus menjadi dalang, cukup mengapresiasi dengan cara mau belajar dan tahu sedikit perihal wayang itu sudah cukup," pungkasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Mahasiswa #milenial #kulit #wayang