RADAR JOGJA - Di Jakarta, 17 tahun lamanya Aksi Kamisan terus diadakan dan digaungkan. Walaupun demikian, kasus hilangnya para aktivis masih banyak yang belum terselesaikan. Aksi itu kini mulai digelar di kawasan Tugu Jogjakarta, kemarin (22/2).
Bedanya, di Jakarta diikuti para keluarga korban dan aktivis lain. Sedangkan di Jogjakarta mayoritas peserta adalah mahasiswa. Aksi Kamisan Jogjakarta mengusung tema Adili Jokowi dan Jenderal Pelanggar HAM. Sebagai bentuk pertanggungjawaban presiden yang sebentar lagi akan selesai masa jabatanya."Keluarga korban aktivis yang hilang terussu menyuarakan keadilan walaupun negara bungkam," ujar Nella, salah seorang peserta Aksi Kamisan dari Sosial Movement Institut (SMI) Jogjakarta.
Bertahun tahun lamanya Aksi Kamisan menyuarakan keadilan tetapi tidak ada titik terang. Kenyataanya sudah lima presiden yang menjabat, permasalahan hilangnya aktivis tetap tidak terselesaikan. "Kita tidak tahu mengapa, adakah kekuatan besar yang menghalangi atau malah mereka (pemimpin) tidak berpihak pada rakyat," tuturnya.
Aksi Kamisan merupakan wadah masyarakat yang peduli dengan tegaknya Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia.
Selain itu juga untuk merawat ingatan untuk terus bersolidaritas dengan para keluarga korban yang saat ini masih mencari keluarganya yang hilang."Kami berharap aksi ini tidak berhenti di satu hari ini saja dan terus berlanjut hingga HAM bisa berdiri tegak dengan seadil-adilnya," jelasnya.
Peserta Aksi Kamisan dari SMI Melki AS menambahkan masih banyak persoalan yang belum terselesaikan oleh Presiden Jokowi menjelang purna tugasnya sebagai presiden. Persoalan tersebut perihal kasus hilangnya para aktivis yang sampai saat ini belum ditemukan. "Masalah pelanggaran HAM saja belum selesai masih ditambah cawe-cawe Jokowi di Pemilu 2024 ini," ujarnya.
Ia menilai klarifikasi terhadap mereka yang hilang belum pernah ada. Bahkan, lokasi mayat para aktivis tersebut tidak pernah ditemukan. Ada beberapa catatan-catatan peneliti yang mengatakan keterlibatan elit politik dalam hal hilangnya aktivis tersebut. “Misalkan Prabowo atau Wiranto, tapi sampai saat ini juga belum tuntas," tandasnya.
Inisiator adanya Aksi Kamisan di Jogjakarta tersebut adalah kelompok SMI. Mayoritas peserta aksi terdiri dari para mahasiswa dari berbagai macam kampus di Jogja. "Tema yang kami angkat setiap melakukan Aksi Kamisan selalu berubah, tetapi secara general adalah persoalan pelanggaran HAM,’’ jelasnya.(oso/din)