JOGJA - Menyikapi harga bahan pangan yang naik, pasar murah digelar oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY di halaman kantor Kamis (22/2).
Sejumlah bahan bangan pokok dijual dengan harga terjangkau di bawah harga pasaran.
Antusiasme masyarakat berjubel, merespons adanya pasar murah itu. Mereka datang sejak pagi, hanya demi mendapatkan bahan pangan pokok dengan harga terjangkau.
Terlebih, beberapa hari terakhir ini harga terus menjulang naik utamanya komoditas beras dan diikuti komoditi lainnya.
Salah seorang warga Kadipaten Kulon, Kota Jogja, Rahma rela mengantre sekitar satu jam hanya untuk agar mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau.
Utamanya beras, dia datang jam 09.30 sejak pagi, baru bisa mendapatkan beras jam 10.30.
"Antrenya masya allah, terutama antre beras berjubel luar biasa," katanya di halaman Kantor Disperindag DIY.
Rahma sebagai ibu rumah tangga merasakan pergerakan harga bahan pokok terus merangkak naik, sementara gaji pokok suami tak ada perubahan.
Harga beras di pasaran saat ini dirasakan diangka Rp 17.500 sampai Rp 17.800 per kilogram untuk beras premium. Dari sebelumnya hanya Rp 13.500-Rp 14 .000 saja.
Dengan kenaikan harga ini, turut terdampak apalagi sebagai ibu rumah tangga yang hanya mengandalkan uang pemasukan dari suaminya.
"Dampaknya ya harus bisa mengelola (keuangan), karena dari gaji suami nggak naik yang naik kebutuhannya mau nggak mau kita harus pinter-pinter walaupun capek harus antre tapi puas kalau udah dapat (harga murah)," ujarnya.
Meski begitu, dia tetap tak membatasi pembelian. Hanya, sedikit menjaga dan mengatur penggunaannya agar tidak boros dalam kebutuhan makan setiap harinya.
Pun konsep hemat ini diterapkan juga ke anak-anaknya.
"Harganya mahal jangan dibuang-dibuang sayang, ngambil banyak nggak papa cuma harus habis jangan dibuang," jelasnya.
Menurutnya, adanya pasar murah itu sangat membantu sebagai ibu rumah tangga ditengah harga kebutuhan pokok hang meroket.
Ditambah, karena menjelang bulan puasa sebagai upaya untuk persiapan.
Dia mendapatkan beras premium diharga Rp 71 ribu per 5 kilogram, beras Bulog SPHP Rp 51 ribu per 5 kilogram. Kemudian minyak kita 4 botol, per botol per liter seharga Rp 12.750.
"Tadi ada pembatasan pembelian," tambahnya. (wia)
Editor : Amin Surachmad