Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pembangunan Tol Jogja-Solo Dikebut, Warga Terdampak Berpindah Tempat

Avelia Priscilla Putri • Kamis, 22 Februari 2024 | 20:10 WIB
Pembangunan jalan tol didaera Tamanmartani sudah mulai dikebut. (Dokumentadi Avelia Priscilla Putri)
Pembangunan jalan tol didaera Tamanmartani sudah mulai dikebut. (Dokumentadi Avelia Priscilla Putri)

RADAR JOGJA – Pembangunan jalan tol Jogja-Solo kini tengah berlangsung dengan percepatan yang signifikan, seiring dengan target selesai pada tahun 2024.

Sejumlah daerah yang dilewati oleh jalur tol ini sudah mulai diratakan, meninggalkan dampak yang dirasakan oleh warga setempat.

Salah satu daerah yang terkena dampak pembangunan adalah Tamanmartani, Kalasan, Sleman, Yogyakarta.

Rumah-rumah warga di daerah ini yang sebelumnya berdiri kokoh, kini telah dirubuhkan dan menjadi tanah yang rata.

Proyek ini menimbulkan perubahan signifikan dalam kehidupan sehari-hari warga, termasuk pemindahan tempat tinggal.

Pada akhir bulan Januari lalu, Dusun Tegalrejo dikejutkan dengan kedatangan alat berat yang memasuki wilayah tersebut tanpa izin sebelumnya.

Meskipun pihak kontraktor seharusnya meminta izin kepada warga sebelum melakukan aktivitas, ternyata izin tersebut tidak diberikan kepada Kepala Dukuh Tegalrejo. Hal ini menyebabkan kebingungan dan kekecewaan di kalangan warga.

Setelah dilakukan rapat antara warga dan pihak kontraktor, diketahui bahwa izin telah diberikan kepada lurah setempat tanpa pemberitahuan kepada Kepala Dukuh Tegalrejo.

Meskipun warga dan Kepala Dukuh meminta perpanjangan waktu untuk pemindahan, permintaan tersebut ditolak, memaksa warga untuk berpindah dengan terburu-buru.

Proyek tol Jogja-Solo ini dimulai pada akhir Januari dengan merubuhkan rumah-rumah yang berada di jalur tol.

Pada awal Februari, seluruh jalur tol sudah diratakan dengan tanah, dan saat ini fokus pengerjaan terletak pada pembuatan pondasi dan saluran air, khususnya di wilayah yang melewati sungai yang menjadi sumber air untuk para petani.

Salah satu pekerja tol mengungkapkan, "Pengerjaan jalan tol ini masih belum sepenuhnya selesai, karena nantinya akan ada peningkatan elevasi jalan tol, maka kami membuat pondasi beton serupa dengan yang dilakukan di daerah Klaten."

Pembangunan jalan tol tidak hanya berdampak pada warga yang rumahnya berada di jalur tol, namun juga bagi warga sekitar yang tidak terdampak secara langsung.

Malam hari di sekitar proyek menjadi sulit bagi warga untuk beristirahat karena kebisingan dari aktivitas pembangunan yang berlangsung hingga larut malam.

Salah satu warga yang rumahnya berada tepat di sebelah pembangunan jalan tol melaporkan, “Seperti kemarin malam sampai jam 11 malam masih saja berisik sampai saya gak bisa tidur."

Sejumlah warga juga melaporkan kerusakan pada rumah mereka akibat getaran dan kekuatan alat berat yang digunakan untuk meratakan tanah.

Genting rumah yang pecah menjadi salah satu dampak nyata dari intensitas pembangunan yang tinggi.

Pembangunan jalan tol Jogja-Solo ini, meskipun bertujuan untuk meningkatkan konektivitas dan mempercepat mobilitas, menunjukkan adanya konsekuensi yang harus dihadapi oleh warga setempat.

Diperlukan koordinasi dan komunikasi yang lebih baik antara pihak terkait dan masyarakat agar dampak negatif dapat diminimalkan dan kepentingan semua pihak dapat diakomodasi secara adil.

Editor : Bahana.
#Pembangunan jalan tol jogja-solo #tol jogja - solo